News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 14:20 WIB
Presiden Partai Buruh Said Iqbal. (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan KSPI dan Partai Buruh pada 28 April 2026 untuk membahas masa depan Indonesia.
  • KSPI memutuskan memindahkan perayaan May Day dari DPR ke Monas untuk melakukan dialog langsung bersama Presiden Prabowo.
  • Presiden merespons 11 isu tuntutan buruh, termasuk pembentukan Satgas PHK serta komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan melalui hilirisasi sumber daya.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan hasil pertemuan yang berlangsung pada 28 April 2026.

Said yang juga Presiden Partai Buruh menyampaikan pertemuan dengan Prabowo tersebut terkait agenda Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dan arah masa depan Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa setelah pertemuan selama kurang lebih 1,5 jam, KSPI memutuskan untuk mengadakan perayaan May Day bersama Prabowo di Monumen Nasional (Monas), bersama serikat pekerja lainnya.

“Setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai May Day dan masa depan Indonesia, kami memutuskan untuk merayakan May Day di Monas bersama Presiden dan elemen serikat pekerja lainnya,” ujar Said dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Sebelumnya, aksi May Day direncanakan di DPR. Said menjelaskan pemindahan lokasi ke Monas bukan tanpa alasan. Ia menegaskan, sebelum tanggal 1 Mei, KSPI telah meminta waktu untuk bertemu Presiden dan permintaan tersebut dikabulkan.

Melalui pertemuan dengan Prabowo, Said sekaligus menyampaikan 11 isu atau harapan buruh. Kepala negara turut menjawab sejumlah isu krusial sebagai tindak lanjut atas harapan buruh.

“May Day bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum menyampaikan harapan dan tuntutan buruh. Dan dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden,” tegasnya.

Berdasarkan dua alasan tersebut, KSPI secara resmi memindahkan rencana aksi dari DPR RI ke Monas.

Adapun 11 isu yang disampaikan KSPI, di antaranya pengesahan RUU Ketenagakerjaan; HOSTUM (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah); ancaman PHK akibat perang; reformasi pajak termasuk kenaikan PTKP dan penghapusan pajak THR, JHT, dan pensiun.

Baca Juga: Presiden Prabowo Desain Khusus Kaus dan Payung untuk Peringatan May Day 2026

Kemudian isu pengesahan RUU Perampasan Aset; penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri nikel; moratorium industri semen akibat over supply; ratifikasi Konvensi ILO 90; perjuangan tarif ojol 10%; revisi UU Nomor 2 Tahun 2024; serta pengangkatan guru dan tenaga honorer PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.

Prabowo dalam pertemuan dengan KSPI menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Pranowo mengajak buruh untuk bersama-sama membangun Indonesia sebagai milik bersama.

Said mengatakan Prabowo menginginkan buruh hidup sejahtera dengan upah yang layak. Pemanfaatan sumber daya alam melalui hilirisasi dinilai sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan tersebut.

Presiden juga meminta dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, khususnya buruh, untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Terkait 11 isu yang disampaikan, Said menjelaskan bahwa sebagian besar isu tersebut saat ini sedang dalam proses. Ia mencontohkan bahwa RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) telah resmi disahkan menjadi undang-undang.

Load More