TANTRUM - Salah satu industri kripto, Tezos, meluncurkan proposal protokol terbarunya bernama Jakarta 2. Protokol anyar ini dilengkapi dengan perbaikan besar maupun kecil pada fitur-fitur teknologi blockchainnya.
Menurut pengumuman resmi di laman Tezos, protokol Jakarta 2 mampu mengatasi dua bug kritis dalam penerapan Transaksi Optimis Rollup. Ini sebagai revisi atas protokol sebelumnya.
Aset kripto dengan nama koin XTZ ini menyatakan beberapa fitur yang mengalami perubahan antara lain Transaction Optimistic Rollups (TORU) yang telah menemukan jalannya ke dalam proposal protokol Jakarta 2 ini, sebagai implementasi pertama dan eksperimental dari optimisasi rollup di Tezos. Sesuai dengan namanya, TORU memungkinkan pertukaran aset, tetapi bukan eksekusi kontrak pintar.
Rollup yang optimis memungkinkan throughput yang lebih tinggi (TPS) dengan memindahkan validasi transaksi dari rantai utama, ke Layer 2. Disebut optimis karena rollup ini bekerja dengan asumsi bahwa validasi ini benar sampai terbukti sebaliknya secara eksplisit.
Salah satu konsekuensi dari pendekatan ini adalah finalitas yang lebih lama saat menarik diri dari rollup, yang saat ini ditetapkan ke 40.000 blok (sekitar 2 minggu).
“Siapa pun dapat mengirimkan operasi ke rollup karena semua data blok rollup diposting di rantai utama,” demikian pernyataan bersama perusahaan pengembang protokol Jakarta Tezos,Nomadic Labs, Marigold, TriliTech, Oxhead Alpha, Tarides, DaiLambda, Functori & Tweag.
Rollup Tezos tidak akan diimplementasikan sebagai kontrak pintar (seperti, misalnya, Arbitrum di Ethereum), melainkan secara native dalam protokol ekonomi — menjadikannya rollup yang diabadikan. Memanfaatkan fitur amandemen unik Tezos dengan cara ini memungkinkan kami untuk menerapkan solusi yang lebih efisien, ekspresif, dan skalabel.
Fitur lainnya terkait likuiditas baking, peningkatan juru bahasa Michelson, pengembangan tiket, dan lain-lain. Tezos juga berjanji akan terus melakukan pengembangan-pengembangan.
“Tim masih akan terus berupaya meningkatkan kinerja, menurunkan konsumsi gas, mengurangi waktu blok, dan meningkatkan throughput keseluruhan — seperti yang diukur, misalnya, dalam transaksi per detik atau permintaan kontrak pintar per detik,” katanya.
Tezos merupakan kripto yang diluncurkan pada 2018. Koin XTZ Tezosini dipakai sebagai alat transaksi, membuat aplikasi dan menerbitkan Non Fungible Token (NFT).
Berita Terkait
-
Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-Kunang di Langit Jakarta: Kumcer Pilihan Kompas yang Sarat Makna
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta
-
Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?
-
Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba
-
15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?
-
Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala
-
Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku