Lokasi ketinggian merupakan akses termudah bagi seseorang yang dilanda depresi berat dan pasien psikotik untuk melakukan hal tersebut.
Teddy mengungkapkan bunuh diri paling banyak dilakukan adalah dengan gantung diri atau dengan minum cairan beracun.
"Tapi sebenarnya cara bunuh diri itu lebih ditentukan oleh dengan mudahnya akses untuk mendukung hal tersebut," ungkap Teddy.
Teddy mengatakan istilah terjun dengan ketinggian, sangat memudahkan pelaku percobaan bunuh diri. Apalagi kata Teddy yang tinggal di apartemen akan lebih mudah dilakukan saat memiliki ide bunuh diri.
Teddy menjelaskan agar usaha bunuh diri itu tidak terlaksana, seseorang yang memiliki resiko gangguan kejiwaan sebaiknya tidak tinggal di tempat yang tinggi.
"Kan loncat dari ketinggian itu kan paling gampang," tukas Teddy.
Dia menambahkan dari 40 persen pasien depresi, mempunyai ide bunuh diri dan 15 persen diantaranya berhasil melakukannya.
Berdasarkan data yang dimiliki perkumpulannya di Indonesia setiap tiga menit, satu orang bunuh diri. Sehingga dalam satu hari terdapat 5.500 orang yang melakukan hal serupa.
"Dalam setahun angkanya mencapai 1,5 juta orang," sebut Teddy.
Berita Terkait
-
Persija vs Persib, Rizky Ridho Sampai Geleng-geleng Main Kandang Harus Pakai Pesawat
-
Harapan Mauricio Souza Jelang Laga Sengit Persija vs Persib
-
Persija Vs Persib: Bojan Hodak Sebut Pertandingan Bakal Sulit
-
The Jakmania Suntik Motivasi Skuad Persija Jakarta Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Marc Klok Klarifikasi soal Ajakan Away, Tegaskan Hanya Bercanda
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara
-
Waspada! Sapi Berdokumen Palsu dari Jembrana Terungkap, Karantina Bali Amankan 25 Ekor
-
Hair Mist Terbaik untuk Hilangkan Bau Apek pada Rambut, Ini 5 Produknya!
-
Resep Ceker Tanpa Tulang Cabe Ijo, Pedas Gurih Bikin Nagih
-
Sekali Muncul Langsung Bawa 2 Model, Suzuki Siap Acak-acak Pasar NMAX dan PCX di Indonesia
-
6 Parfum Morris dengan Aroma Fresh, Murah Meriah Pas untuk Cuaca Panas
-
Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju
-
Penjelasan Polres Terkait Heboh Pembakaran Rumah Bandar Narkoba di Rokan Hulu
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Harga Selisih 100 Juta Lebih, Apa Bedanya Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X?