TANTRUM - Kementerian Kesehatan hingga 17 Mei 2022 telah mendata 14 kasus dugaan hepatitis, yang meliputi satu kasus di Sumatera Utara, satu kasus di Sumatera Barat, tujuh kasus di DKI Jakarta, satu kasus di Jambi, dan tiga kasus di Jawa Timur.
Data Kementerian Kesehatan, tujuh kasus dugaan hepatitis ditemukan pada anak berusia di bawah lima tahun, dua kasus ditemukan pada anak usia enam sampai 10 tahun, dan lima kasus ditemukan pada anak usia 11 sampai 16 tahun.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, lima hipotesis perihal penyebab penyakit hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak berusia di bawah 16 tahun berdasarkan hasil penelitian para ahli kesehatan di dunia.
Dante memaparkan, dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR RI mengatakan, menurut hasil pemeriksaan Adenovirus ditemukan pada sekitar 70 persen pasien anak yang diduga terserang hepatitis.
Para ahli, ia melanjutkan, masih meneliti lebih lanjut bagaimana Adenovirus yang biasanya menyerang saluran napas pasien dan menyebabkan batuk hingga influenza menginfeksi anak-anak berusia di bawah 16 tahun.
Dante mengemukakan, menurut hipotesis yang kedua, penyakit hepatitis akut misterius disebabkan oleh sindrom SARS-CoV-2 setelah infeksi yang tidak diketahui.
Hipotesis yang ketiga, menurut dia, menyebut pengaruh obat, racun, atau paparan lingkungan sebagai penyebab penyakit hepatitis akut.
"Obat, racun, dan paparan lingkungan, terutama dari hewan, bisa menyebabkan penularan (penyakit) pada manusia, sehingga mungkin hepatitis misterius diakibatkan (oleh) itu," katanya.
Ia mengatakan, menurut hipotesis yang keempat penyakit hepatitis akut disebabkan oleh patogen baru yang belum diketahui dan hipotesis yang kelima menyebut varian baru SARS-CoV-2 yang mungkin muncul sebagai penyebab yang harus diteliti.
Ia menegaskan, dalam upaya menangani penyakit hepatitis akut yang belum diketahui pasti penyebabnya, pemerintah melakukan surveilans, analisis patogen untuk mengetahui varian virus.
"Kemenkes lakukan pendataan kasus serta menyusun pedoman tata laksana penanganan kasus dan menunjuk laboratorium untuk memeriksa sampel dari pasien-pasien yang diduga terserang hepatitis akut," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Chef Juna Kritik Karyawan Izin Mendadak karena Anak Sakit, Singgung SDM Indonesia
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian
-
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di MAXStream TV, Telkomsel dan TVRI Sediakan Akses Gratis
-
Banyak Rekan Setim, Wataru Endo Antusias Hadapi Belanda pada Piala Dunia 2026
-
Masakan Jadi Sedap, Ini 5 Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Bau Prengus
-
Bukan Powerbank! iQOO Z11 Punya Baterai 9.020mAh, Paling Besar di Indonesia
-
Hasil Undian Indonesia Open 2026: Alwi Farhan Dipastikan Bersua Lakshya Sen
-
5 Drama China Trope si Cewek Bucin Duluan, Ada Drama dari Zhao Lusi!
-
Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
-
Bukan Uang Pribadi, MUI Sarankan Dana Kurban 1.098 Sapi Prabowo Diaudit
-
Era Pep Guardiola Bubar, Gelombang Eksodus Massal Landa Stadion Etihad Manchester City