TANTRUM - Hampir semua orang memiliki berat badan yang ideal. Berbagai cara dilakukan, namun paling banyak digandrungi adalah menjalani diet.
Seperti kita ketahui, diet seringkali diartikan mengurangi asupan makanan ke dalam tubuh. Padahal, diet yang sesungguhnya adalah mengkonsumsi makanan secara ideal dan tentunya disertai olahraga.
Tahapan itu acapkali kandas ditengah jalan. Untuk membulatkan tekad menjadi diet sehat, ahli gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (Dietisien RSHS) Dyah Widyastuti memberikan tips agar diet sukses dan tidak gagal.
"Kuatkan niat bahwa kita ingin menjalankan diet sesuai tujuan kita berdiet. Untuk tujuan berdiet ini juga bisa macam-macam," ujar Dyah ditulis Bandung, Selasa, 24 Mei 2022.
Dyah menjelaskan seseorang dalam menjalankan diet, yaitu menginginkan memiliki berat badan ideal. Tetapi ada juga karena mempunyai penyakit Diabetes Mellitus, dengan harapan gula darahnya terkontrol dari pola makan.
Sebagai awalan menjalani diet, sebaiknya melakukan konseling dengan ahli gizi untuk mengetahui jumlah kebutuhan kalori yang diharapkan.
Dari kegiatan konsultasi, dietisen akan dapat melihat sejauh apa kemampuan seseorang menjalani diet. Saat menjalani diet, harus ada pemantauan agar hasil sesuai dengan yang diharapkan.
"Yang paling terpenting dari itu semua sebenarnya adalah adanya perubahan perilaku dalam pola makan sehingga berat badan akan selalu terjaga," kata Dyah.
Untuk diet yang dianjurkan oleh dietisen adalah diet seimbang. Dalam diet seimbang, ahli gizi akan merancang kebutuhan kalori yang dibutuhkan.
Dyah menjelaskan pola makan ketika diet juga diatur sesuai dengan pola makan kita sehari-hari, sehingga diet ini diharapakan tidak memberatkan.
Diet gizi seimbang tutur Dyah, juga telah diikuti oleh puluhan orang dalam Program 100 Hari Penurunan Berat Badan di RSHS.
"Program diet seimbang, dietisen mengatur pola makanan peserta sesuai kebiasaan peserta dan hanya mengatur jenis makanannya. Aturannya adalah pemenuhan karbohidrat sebesar 60-70 persen, kemudian protein 10-15 persen dan lemak 20-25 persen," jelas Dyah.
Harapan dari diet seimbang ini, yaitu bisa menerapkan pola makan seimbang sehingga kecenderungan membuat berat badan lebih stabil dan akan lebih langgeng pengaturan dietnya.
Intinya, pada diet seimbang pola makan jumlahnya hanya dibatasi dan dikurangi.
Tetapi pola makan juga harus diperhatikan. Pola makan yang baik adalah diatur dengan tiga makanan utama, kemudian terdapat selingan makanan.
Tag
Berita Terkait
-
5 Sepeda Lipat yang Kuat Untuk Orang Gemuk, Rangka Kokoh Sanggup Tahan Beban 130 Kg
-
Konsep Baru di Dunia Fitness, VERTEX8 Luncurkan HYROX Training Zone di BSD
-
Lebih dari Sekadar Sehat, Kini Nutrisi Tubuh Bisa Dipantau dengan Data Secara Akurat
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
-
Ortuseight Dorong Performa Atlet Lewat Inovasi Sepatu Hybrid dan Track Field
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Terkini
-
Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan
-
Puluhan Penumpang KRL Bekasi Timur Luka-Luka, Evakuasi Berlangsung Dramatis
-
Banjir Berulang di Palembang, Benarkah 114 Anak Sungai Tak Lagi Mampu Menampung Air?
-
Kemiskinan Turun tapi Pengangguran Naik, Helldy Agustian Ingatkan Robinsar-Fajar Jangan Cepat Puas
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
Saat Dompet Menipis, 7 Warteg di Jakarta Pusat Ini Jadi Tempat Pulang Banyak Orang