TANTRUM - Mengurangi durasi mandi pada saat musim kemarau disarankan oleh dokter spesialis kulit.
Gunanya untuk menjaga kesehatan kulit, agar terlepas dari kekeringan yang memicu gatal berujung infeksi.
Menurut anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Divisi Dermatologi Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Reiva Farah Dwiyana, durasi ideal mandi saat musim kemarau adalah lima menit.
"Air yang digunakan dapat air dingin atau hangat," ujar Reiva ditulis Bandung, Sabtu, 28 Mei 2022.
Reiva mengatakan penggunaan air panas sangat tidak disarankan. Apalagi berendam di air belerang, kulit akan bertambah kering.
Penggunakan jenis sabun mandi juga harus diperhatikan. Jenis sabun yang cocok digunakan saat musim kemarau mengandung pelembab.
"Setelah itu wajib memakai pelembab keseluruh tubuh. Didiamkan dahulu biar menyerap, baru kemudian dipakai bajunya dan itu dua kali sehari. Kalau kering banget, bisa sebelum tidur jadi bisa tiga kali sehari," jelas Reiva.
Reiva menyebutkan agar kulit tetap lembab, sabun anti septik harus dihindari selama musim kemarau. Karena sabun anti septik, salah satu penyebab kekeringan kulit.
Namun tidak selamanya sabun anti septik dihindari penggunaannya ujar Reiva, mesk secara umum saat musim kemarau wajib dihindari.
Sabun ini masih diperlukan kegunaanya usai beraktifitas di luar ruangan dan seharian terapar sinar matahari.
"Tapi kalau tiap hari biar supaya tidak kering katanya pakai anti septik, justru akan makin kering. Dan apabila terasa gatal, jangan digaruk juga apalagi terdapat kelainan kulit seperti eksim gitu, digaruk pun akan tambah kering," terang Reiva.
Reiva menjelaskan kekeringan terhadap kulit selama musim kemarau bisa diperparah, apabila seseorang memiliki penyakit dasar alergi atau penyakit sistemik lain.
Penyakit sistemik yang dimaksud adalah pemyakit ginjal atau hati, kondisi kulit akan bertambah kering.
Cara mudah untuk menghindari kekeringan kulit selama musim kemarau yaitu mengkonsumsi air putih yang cukup.
Selain asupan air putih yang cukup, mengkonsumsi sayur dan buah - buahan juga sangat diperlukan.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui
-
BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino
-
Berapa Lama Durasi Mandi yang Ideal? Dokter Ungkap Batas Waktu yang Disarankan
-
3 Sabun Mandi Batangan Paling Laris di Shopee, Review Pembeli Terbukti Ampuh Mencerahkan Kulit Kusam
-
6 Tips Menata Kamar Mandi Menurut Feng Shui, Bisa Menarik Energi Positif dan Rezeki
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring