TANTRUM - Saat ini telah memasuki musim kemarau namun kondisinya akan terjadi gangguan cuaca seperti turunnya hujan. Istilah sering digunakan terjadi hal ini adalah musim kemarau basah.
Dampak dari musim kemarau terhadap kesehatan, biasanya terjadi terhadap kulit. Kulit menjadi mengering dan mudah terjadi infeksi.
Untuk melindungi kekeringan kulit tersebut, banyak macam produk kecantikan yang mengklaim dapat mengatasinya.
Namun, saran dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menyarankan untuk menggunakan pelembab alami saat kulit kering.
"Pelembab alami banyak seperti minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak biji bunga matahari itu yang biasanya mudah didapat," ujar anggota Perdoski Divisi Dermatologi Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Reiva Farah Dwiyana ditulis Bandung, Sabtu, 28 Mei 2022.
Reiva menegaskan penggunaan minyak kelapa yang dihasilkan dengan menggoreng kelapa tanpa minyak (disangrai). Layaknya produksi minyak keletik, selain penggunaan lidah buaya.
Reiva bilang seluruh pelembab alami yang disebutkan, dapat digunakan terhadap kulit seluruh golongan usia.
Termasuk kulit anak - anak atau bayi yang mengalami kulit kering saat musim kemarau.
Penggunaan berbagai pelembab yang biasa digunakan terhadap anak - anak dan bayi pada umumnya, semisal minyak telon dan sebagainya, dianggap Reiva dapat digunakan.
Tetapi jika mengalami kulit kering, disarankan untuk digunakan ke pakaiannya usai dianginkan terlebih dahulu.
"Sebenarnya sih anak tuh enggak perlu juga pakai minyak telon, minyak kayu putih karena suka iritasi. Tapi kalau misalnya ibunya parno atau ada sugesti gitu ya, pakai ke baju saja," ucap Reiva.
Reiva mengingatkan untuk penggunaan pelembab alami terhadap anak dan bayi seperti minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak biji bunga matahari serta lidah buaya harus lebih berhati - hati.
Alasannya, kulit anak dan bayi yang masih sensitif bisa saja tidak cocok digunakan.
Maka dari itu, alangkah lebih baiknya para orang tua mencobanya terlebih dahulu dalam dosis yang tidak terlalu sering. Apabila terjadi iritasi, maka lebih baik dihentikan.
Berita Terkait
-
Review 3 Produk Eksfoliasi untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Harga Cuma Rp20 Ribuan
-
Kulit Auto Cerah dan Glowing, Cek 5 Wash-Off Mask Andalan untuk Kulit Kusam
-
4 Cara Mengetahui Undertone Kulit untuk Bedak agar Warna Menyatu dan Wajah Tak Kusam
-
Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian