TANTRUM - Pelaku perundungan dalam bentuk apapun termasuk dalam kategori gangguan kejiwaan (destructive behavior disorder).
Destructive behavior disorder itu adalah gangguan tingkah laku serta tingkah menentang.
Menurut Kepala kelompok staf medis (KSM) Ilmu Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Veranita Pandia, gangguan kejiwaan itu timbul karena adanya figur otoritas.
Contohnya untuk kelompok anak kata Veranita, sering kali tidak menyukai adanya aturan disiplin di sekolah mau pun dirumah.
"Kenapa itu terjadi ? Karena biasanya secara pola asuh itu inkonsisten. Bahkan ada yang orang tua tidak memiliki aturan pada anak - anaknya," kata Veranita ditulis Bandung, Sabtu, 28 Mei 2022.
Akibatnya lanjut Veranita, anak akan kebingungan ketika suatu saat dia ditegur. Karena sepengetahuan anak tidak merasa melanggar aturan.
Namun ada pula orang tua yang membuat aturan, tapi kadang bahkan tidak menerapkan aturan itu.
"Memang betul dari segi kejiwaan, segala sesuatu yang terjadi gangguan jiwa tidak bisa berdiri sendiri. Enggak hanya pola asuh saja," ucap Veranita.
Faktor lain yang mempengaruhi gangguan kejiwaan pelaku perundungan yaitu biologis, psikologis dan sosial.
Faktor biologis dipengaruhi oleh kerentanan genetik dari orang tua diduga pengguna napza, memiliki kepribadian ambang, anti sosial atau psikopat.
Hal tersebut merupakan faktor resiko terjadinya gangguan destructive behavior disorder. Selain melakukan penentangan, pelaku perundungan memiliki gangguan tingkah laku.
"Prinsipnya anak - anak atau remaja tersebut tidak suka dengan norma - norma atau aturan - aturan dan nilai - nilai yang berlaku di masyarakat. Melanggar bahkan. Jadi mereka ini cenderung tidak peduli dengan norma - norma yang berlaku," ujar Veranita.
Kasusnya seperti peristiwa perundungan yang sempat mencuat di media massa kepada Audrey, remaja korban perundungan oleh tiga orang remaja lainnya pada Mei 2019.
Usai melakukan perundungan dan diperiksa di kantor kepolisian, terduga pelaku perundungan sempat menggunggah swafoto mereka (wefie).
Itu menunjukkan sebagian besar pelaku perundungan memiliki rasa bersalah yang sangat minim.
Berita Terkait
-
Poin Persib Bandung Sama dengan Borneo FC, Beckham Putra Buka Suara
-
Senang Dipanggil Timnas Indonesia, Marc Klok Masih Fokus Bersama Persib Bandung
-
Intip Performa Saddil Ramdani Bersama Timnas Indonesia, Siap Bangkit di Era John Herdman
-
Marc Klok Bicara Kondisi dan Mental Persib Bandung usai Dua Kali Imbang
-
Bojan Hodak Pastikan Mental Persib Bandung Tetap Kuat Meski Poin Disamai Borneo FC
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui