TANTRUM - Faktor psikologis atau kejiwaan memengaruhi kondisi medis. Diantaranya adalah mempengaruhi perjalanan kondisi medis umum, perkembangan atau eksaserbasi, keterlambatan penyembuhan dan mengganggu pengobatan kondisi medis umum.
Selain itu, juga membuat risiko kesehatan tambahan bagi individu, respons fisiologis yang berhubungan dengan stres serta menyebabkan atau mengeksaserbasi gejala kondisi medis.
Menurut Santi Andayani, dokter spesialis kesehatan jiwa Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, antara nyeri yang diakibatkan oleh penyakit gangguan inflamasi kronis yang memengaruhi banyak sendi.
Termasuk di tangan dan kaki (rematoid artritis) dengan tingkat depresimerupakan hal yang sangat terkait dan saling berpengaruh.
"Keduanya seperti siklus terhubung, nyeri mengakibatkan depresi dan depresi-pun mengakibatkan nyeri," kata Santi ditulis Bandung, Minggu, 29 Mei 2022.
Untuk mengatasinya kata Santi, perlu disembuhkan keduanya secara bersamaan, depresinya diobati serta nyerinya juga diobati.
Masalah depresi yang dirasakan pasien lanjut Santi, dapat berkonsultasi dengan psikiatri, terapi yang dilakukan bisa dengan konseling maupun pemberian obat.
Masyarakat terang Santi, tidak perlu malu untuk berkonsultasi dengan dokter jiwa.
Stigma di masyarakat bahwa yang berobat ke psikiatri adalah orang dengan gangguan jiwa atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan 'gila’, hal ini yang menyebabkan masyarakat segan berobat ke psikiatri.
"Stigma tersebut sedikit demi sedikit perlu diubah sehingga pasien lebih leluasa berkonsultasi masalah kesehatan jiwanya ke psikiatri," ujar Santi.
Dengan sistem perawatan terpadu antara fisik dan psikis, dapat meningkatkan kualitas hidup pasien meringankan nyeri dan penderitaan lain.
Selain itu, memberikan dukungan spiritual dan psikososial mulai saat diagnosa tegak sampai akhir hayat serta dukungan untuk keluarga.
RSHS Bandung sebagai institusi kesehatan, mengaku bertanggungjawab memberikan edukasi kepada masyarakat dengan menggelarnya secara rutin seperti menggelar seminar aspek kesehatan jiwa pada pasien atritis reumatoid.
Berita Terkait
-
Bobotoh Bikin Terharu, Mariano Peralta Siap Beri Segalanya untuk Persib
-
Festival Kuliner, Dunia Fantasi, dan Pesona Ahn Hyo Seop di Tengah Kota Bandung
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Redam Bisingnya Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung, Film "Dan Bandung" Rilis Clip Nuansa Syahdu
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Pegawai PPPK Korban Ketua DPRD Bone Dibujuk 3 Hari 3 Malam
-
Edukasi Kulit Sensitif, Cetaphil Derm On Tour Hadir Menjangkau Warga Jakarta Lewat Konsep Mobile
-
4 Rekomendasi Lip Balm SPF 50, Perlindungan Maksimal untuk Bibir Tetap Lembap dan Cerah
-
John Herdman Dibuat Pusing Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Kenapa?
-
4 Rekomendasi Smartwatch Xiaomi Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet
-
Nyesek! Fabio Quartararo Ternyata Bukan Pilihan Utama Honda untuk Direkrut
-
Review Thunderbolts: Ketika Antihero Marvel Menghadapi Masa Lalu Kelam
-
Bertemu Prabowo, Bahlil Buka-bukaan Ribuan Desa Belum Nikmati Listrik
-
KBRI Jepang Ungkap Kondisi WNI Pasca Gempa Besar Kumamoto
-
Hati Bukan Sengketa: Strategi PN Batam Utus Mediator Perempuan Tekan Kasus Perceraian