/
Senin, 30 Mei 2022 | 14:20 WIB
suara.com

Sistem pencernaan yang lemah biasanya memengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme makanan dan membakar lemak.

Dewi menerangkan mitokondria di dalam sel-sel tubuh membantu sel-sel tubuh memiliki lebih banyak kemampuan untuk bekerja.

Puasa telah terbukti meningkatkan biogenesis mitokondria, terjadi pembentukan sel-sel mitokondria baru. Sel mitokondria adalah sumber energi bagi metabolisme sel-sel tubuh.

"Setiap sel tubuh diisi dengan ratusan mitokondria yang memberi daya/ energi pada sel untuk melakukan tugas dan fungsinya. Tugas mereka adalah mengambil makanan yang kita makan dan mengubahnya menjadi energi," ungkap Dewi.

Dengan berpuasa, tersedia waktu bagi sistem pencernaan kita untuk beristirahat. Ketika makan berikutnya setelah sistem pencernaan kita beristirahat, metabolisme tubuh mengalami peningkatan.

Artinya tubuh kita membakar kalori lebih efisien dan mendapatkan lebih banyak energi dari makanan yang dimakan.

Setelah sekitar enam jam berpuasa jelas Dewi, tubuh kita mulai melepaskan lebih banyak hormon HGH. Hormon ini mengubah metabolisme agar tubuh lebih menggunakan pembakaran lemak daripada penggunaan protein untuk energi.

Sehingga protein sebagian besar dapat digunakan untuk perbaikan sel dan peningkatan fungsi sel otak. HGH juga mengurangi peradangan pada tubuh dan merangsang peningkatan regulasi autophagy.

Load More