TANTRUM - Bagi sebagian orang olahraga merupakan hal yang sulit dilakukan. Penyebabnya bisa banyak, niat belum kuat, kurang dukungan dari keluarga, kondisi lingkungan yang jauh dari fasilitas olahraga, ataupun yang banyak jadi alasan orang adalah kesibukan.
Menurut Sunaryo, ahli rehabilitasi medik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kesibukan bukan menjadi penghalang bagi orang yang ingin memulai atau memperbaiki hidup sehat.
Sebaliknya, orang bekerja justru lebih dituntut untuk mengatur waktunya olah raga agar daya tahan tubuh baik dan tubuh selalu bugar.
“Manfaat olahraga tentu sangat banyak, yang paling dominan diantaranya dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menjauhkan dari berbagai penyakit. Manfaat pertama dari olahraga adalah meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit,” kata Sunaryo ditulis Bandung, Selasa, 31 Mei 2022.
Sunaryo menyebutkan pada masa pertumbuhan, rutinitas olahraga yang baik dapat merangsang pertumbuhan ideal, membuat postur tubuh lebih tegap dan ideal, meningkatkan daya pikir dan meningkatkan nafsu makan.
Namun pada umumnya klasifikasi olahraga terbagi tiga. Pertama yaitu olahraga bagi orang sehat.
Bagi orang sehat ujar Sunaryo, latihan yang dilakukan lebih ditujukan agar daya tahan tubuh tetap terjaga dan dipertahankan. Bahkan meningkatkan kapasitas fungsional, sehingga tipe olahraga tidak terlalu spesifik.
Kedua, olahraga bagi orang yang berisiko tinggi. Seperti orang dengan diabetes, dengan osteoartritis, penyakit jantung, diabetes dan lainnya.
Tujuan olahraga bagi pasien ini, yaitu untuk menunjukan resiko terjadinya komplikasi penyakit dan jika sedang mengonsumsi obat dapat menurunkan penggunaan obat.
“Ketiga adalah olahraga bagi orang sakit. Misal orang yang sakit stroke, pasien pasca operasi dan lain sebagainya. Untuk jenis ini tentunya olahraga atau latihan yang dilakukan sangat spesifik tergantung resep dari dokter dan sangat terukur,” jelas Sunaryo.
Beda lagi porsi olahraga atau latihan badan bagi kelompok dengan gaya hidup sedentary. Sunaryo menyebutkan kelompok sedentary adalah golongan orang-orang yang dalam tiga bulan terakhir tidak melakukan olahraga selama 3-5 kali perminggu dengan beban yang moderate.
Hampir setengah jumlah total dari masyarakat perkotaan masuk dalam golongan ini. Kelompok sedentary ini, kini lebih populer dengan istilah mager (males gerak).
“Berbagai fasilitas serta kemudahan masyarakat perkotaan saat ini sangat berpengaruh pada aktivitas masyarakat. Tentu kebanyakan orang tidak pernah lepas dengan kegiatan menonton televisi, bekerja di depan komputer dalam durasi lama, atau bahkan membaca buku,” sebut Sunaryo.
Seluruh kegiatan kelompok mager tersebut, jika sering dan terlalu lama dilakukan akan menimbulkan pengaruh negatif bagi kesehatan. Kebiasaan ini akan berdampak buruk pada kesehatan.
Seperti dicuplik dari artikel Majalah Men’s Health di Amerika pada 2010 dalam website halodoc.com, pekerja kantoran memiliki terkena risiko buruknya kesehatan yang besar, meskipun mereka sudah melakukan berbagai kegiatan olahraga secara rutin.
Berita Terkait
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Pelatih Persib Bandung Antusias Sambut ASEAN Club Championship 2026/2027
-
Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Beckham Putra Dicaci Maki Fans Saat Bela Timnas Indonesia, Bintang Sassuolo Ikut Buka Suara
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring