TANTRUM - Lupus merupakan penyakit autoimun, yaitu suatu penyakit akibat kekebalan tubuh yang berlebihan dan menyerang dirinya sendiri.
Penyakit yang bernama asli Lupus Eritematosus Sistemik ini dapat muncul sebagai nyeri pada sendi, gangguan pada pembuluh darah, gangguan pada ginjal, dan berbagai gejala lain.
Menurut Adhi Pribadi, dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Obstetri dan Ginekologi) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, penyakit ini tidak hanya memperberat beban hidup penderita karena pengobatan jangka panjang.
Namun juga berdampak pada kualitas hidup pasien sebagai anggota keluarga, terlebih karena biasanya lupus sering mengenai perempuan usia produktif.
"Pada penyandang lupus, terdapat risiko pada kehamilan yang lebih besar dibandingkan orang normal, diakibatkan oleh masalah pembuluh darah, penyakit yang kambuh, maupun efek samping dari obat yang dikonsumsi," ujar Adhi ditulis, Bandung, Rabu, 1 Juni 2022.
Pada kondisi hamil orang dengan lupus (odapus) lanjut Adhi, membutuhkan antisipasi ketat baik dari dokter maupun pasien sendiri untuk mencegah keguguran, kecacatan serta kematian janin dalam kandungan, dan mencegah komplikasi pada ibu.
Sementara itu Rachmat Gunadi Wachjudi, dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi reumatologi RSHS, mengatakan penyandang odapus dapat hamil sebagaimana wanita pada umumnya.
Alasannya ucap Gunadi, karena lupus tidak mengganggu kesuburan.
"Namun sebaiknya kehamilan perlu direncanakan agar mendapatkan hasil yang baik. Pada penelitian didapatkan kehamilan setelah 6 bulan keadaan penyakit tenang memberikan luaran yang baik," kata Gunadi.
Sedangkan dokter peneliti genetika pada lupus, Edhyana Sahiraatmadja menyatakan bahwa tidak selalu ibu dengan odapus akan memiliki anak yang juga lupus.
Walaupun lanjut Edhyana, ada faktor genetik namun sifatnya poligenik dan dibutuhkan faktor-faktor lain seperti lingkungan, infeksi maupun pencetus lain yang menyebabkan individu menderita lupus.
Berita Terkait
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Pelatih Persib Bandung Antusias Sambut ASEAN Club Championship 2026/2027
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Beckham Putra Dicaci Maki Fans Saat Bela Timnas Indonesia, Bintang Sassuolo Ikut Buka Suara
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Rahasia Skin Prep Jennifer Coppen Jelang Pernikahan, Kulit Glowing dari Siraman hingga Resepsi
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik