/
Kamis, 02 Juni 2022 | 08:11 WIB
Ella Olsson/Pexels

Yesi memaparkan kadar trigliserida yang tersimpan dalam sel lemak akan semakin tinggi, jika kalori (karbohidrat dan lemak) yang tertimbun lebih banyak daripada kalori yang terbakar.

Belum diketahui secara pasti bagaimana kadar trigliserida yang tinggi berperan menyebabkan aterosklerosis, yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner atau stroke.

"Namun kadar trigliserida yang tinggi dapat menjadi tanda pengendalian yang buruk terhadap penyakit diabetes tipe 2, hipotiroidisme, penyakit hati, dan penyakit ginjal," ucap Yesi.

Kenaikan kadar trigliserida dalam tubuh seseorang juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, kegemukan, terlalu banyak mengonsumsi minuman keras, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula atau lemak.

Load More