TANTRUM - Aktor pantomim di Indonesia belum mendapatkan tempat yang layak untuk diakui sebagai suatu karya seni yang diakui oleh semua kalangan.
Hal itu dibuktikan, masih adanya anggapan sebagian besar masyarakat bahwa seni pantomim ini layaknya pengemis dijalanan.
Menurut Wanggi Hoediyanto, perwakilan Organsisasi Pantomim Dunia di Indonesia, adanya anggapan itu akibat diskriminasi terhadap seni pantomim saat ini.
"Selama ini pantomim menjadi tabu untuk masyarakat mengenal pantomim di jalan. Karena masih minimnya ruang - ruang untuk pantomim bisa mengakses dan disinilah perjuangan pantomim sendiri dalam taraf bagaimana pantomim dapat dimasyarakatkan, mengedukasi dan membuka wawasan tentang pantomim," ujar Wanggi ditulis Bandung, Sabtu, 4 Juni 2022
Wanggi mengatakan, terakhir kali diskriminasi terhadap seni olah tubuh ini pada dirinya terjadi pada malam hari Maret 2016.
Dia ditangkap oleh kepolisian setempat, saat melakukan aksinya di Jalan Soekarno, Bandung, karena dituding melanggar aturan tentang keramaian.
"Cuman ditanya maksud dan tujuan aksi ini. Terus kenapa tidak ijin dulu ke kepolisian. Nah kalau yang ngamen dan yang lainnya kan tidak dimintai ijin. Aneh," kata Wanggi.
Keberadaan seni pantomim yang kini hampir menurun popularitasnya ini, tetap harus dipertahankan.
Alasannya menurut Organisasi Pantomim Dunia, seni ini merupakan bahasa universal dan kemanusiaan untuk memperjuangkan hak kebebasan berekspresi di ruang publik.
Berita Terkait
-
Dipanggil Timnas Indonesia, Marc Klok Prioritaskan Persib Bandung
-
Kesulitan di Klub, Mees Hilgers Masih Layak Dipanggil Timnas Indonesia?
-
Syok Die on This Hill Meledak di Indonesia, Sienna Spiro Bocorkan OST The Devil Wears Prada 2
-
Nova Arianto Buka Pintu Maaf untuk Fadly Alberto, Tunggu Keputusan Komdis PSSI
-
Persiapan Piala AFF U-19 2026, Nova Arianto Sertakan 7 Pemain Diaspora
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Dikritik Perang Lawan Iran, Donald Trump Murka ke Kanselir Jerman: Dia Gak Tahu Apa-apa
-
Top Skor Feyenoord Ayase Ueda Jadi Rebutan Klub Premier League
-
Apa Itu Kereta Aling-Aling? Mendadak Ramai gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi
-
Ketergantungan Energi Fosil Bebani APBN, Transisi Energi Bisa Jadi Solusi?
-
Belajar Tenang ala Buddhis di Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3
-
UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
-
Raja Charles Sindir Trump di Gedung Putih, Candaan soal Bahasa Prancis Bikin Ruangan Pecah
-
Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas, Prabowo Subianto Siapkan 'Kejutan' untuk Buruh
-
Yayasan Puteri Indonesia Cabut Gelar Jeni Rahmadial Fitri Imbas Kasus Medis Ilegal