/
Minggu, 05 Juni 2022 | 15:47 WIB
pertamina.com

TANTRUM - Seluruh desa di Provinsi Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta diklaim PT Pertamina (Persero) memperoleh penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) Subsidi.

Penyaluran dan ketersediaan BBM dan LPG subsidi ini, teknisnya dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB).

"Pertamina telah membangun dan mengoperasikan Lembaga Penyalur BBM Pertashop dan Pangkalan LPG 3Kg melalui Program One Village One Outlet (OVOO)," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan, ditulis Minggu, 5 Juni 2022.

Eko mengatakan saat ini di Jawa Bagian Barat melalui program OVOO telah terdapat 463 outlet Pertashop dan 36.661 pangkalan LPG 3 Kg yang beroperasi di 826 kecamatan dan 7.784 desa atau kelurahan.

Dengan jumlah penyebaran ini ebut Eko, maka seluruh kecamatan dan desa atau kelurahan di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat yang menjadi target program telah tersedia Outlet Pertashop dan Pangkalan LPG 3Kg.

"Pendistribusian BBM dan LPG ke seluruh JBB wilayah Jabodetabek disalurkan dari Integrated Terminal Jakarta. Untuk di wilayah Banten berada di Fuel Terminal Tanjung Gerem dan LPG Terminal Tanjung Sekong," kata Eko.

Sedangkan untuk di wilayah Jawa Barat berada di Fuel Terminal Ujung Berung, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Padalarang, Fuel Terminal Tasikmalaya, Integrated Terminal Balongan, dan Fasilitas LPG Cirebon.

Adanya 2.031 Lembaga Penyalur BBM dan 36.661 Pangkalan LPG 3Kg beroperasi hingga ke pelosok desa agar masyarakat lebih mudah mendapatkan BBM dan LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Sehingga harga kebutuhan pokok menjadi semakin terjangkau. Dan saat ini Pertamina terus melakukan sosialisasi serta pendataan lokasi-lokasi strategis yang potensial untuk dibangun Pertashop," ungkap Eko.

Secara Nasional melalui infrastruktur distribusi energi yang telah dibangun, Pertamina sepanjang Januari - April 2022 telah mengalirkan Solar bersubsidi dengan volume sekitar 5,2 juta KL, Pertalite sekitar 9 juta KL dan LPG Subsidi dengan volume sekitar 2,5 juta Metrik Ton.

Masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi bisa menikmati harga BBM dan LPG bersubsidi yang terjangkau karena didukung subsidi BBM dan LPG dari Pemerintah.

"Dalam APBN 2022, Pemerintah telah menambah besaran subsidi sebesar Rp 71,8 triliun, sebagai bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat di tengah melonjaknya harga minyak mentah dunia," tukas Eko.

Load More