TANTRUM - Sebagai metropolitan, Kota Bandung menghadapi masalah kependudukan yang kompleks. Masalah tersebut di antaranya pernikahan dini, seks bebas dan bahaya Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza).
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap mengatakan diperlukan strategi agar masalah-masalah tersebut tidak menghantui kaum remaja Kota Bandung.
"Mengantisipasi masalah tersebut, kita bersyukur karena sudah banyak upaya pemerintah. Salah satunya melalui pemilihan duta Genre. Semoga menjadi sumber inspirasi membangun remaja Kota Bandung," kata Yana Mulyana, saat menghadiri Pemilihan Duta GenRe (Generasi Berencana) 2022 di Hotel Horison, Bandung, Minggu (5/6/2022).
Pada kesempatan itu, Yana Mulyana berharap Duta Generasi Berencana (GenRe) menjadi teladan dan role model bagi remaja di Kota Bandung.
"Menjadi Duta genre punya tanggung jawab besar. Harus menjadi agen generasi remaja yang sehat untuk mengajak kawan sebaya agar memiliki mindset remaja yang penuh perencanaan, serta motivator dan keteladan bagi teman sebaya" kata Yana.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menunjukkan, dari total sekitar 2,5 juta penduduk Kota Bandung, sekitar 11 persen atau 287 ribu di antaranya adalah penduduk dengan usia 10-24 tahun.
Untuk itu kata Yana, tingginya persentase penduduk usia remaja tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan karakter.
"Mereka inilah calon-calon pemimpin bangsa yang akan ikut menjaga mimpi indonesia emas 2045 menjadi kenyataan sehingga generasi produktif ini harus dijaga bukan dari kuantitasnya saja tapi juga kualitasnya," katanya.
Yana mengatakan, Kota Bandung merupakan kota metropolitan dengan masalah kependudukan yang kompleks. Sementara ajang pemilihan duta Genre ini diharapkan bukan semata sebagai tempat untuk berkompetisi dan meraih titel semata.
Namun, turut membangun kesadaran tentang pentingnya menata masa depan dengan berbekal pemahaman dan kualitas kepribadian yang positif.
"Saya harap para duta GenRe agar menjaga amanah ini dengan sebaik- baiknya. jangan diam setelah terpilih, langsung aksi," ucapnya.
"Sasar sekolah-sekolah dan kampus dan buat propaganda agar semakin banyak remaja sebaya paham dan menyadari menjadi remaja berkualitas itu seperti apa," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Andri Darusman mengungkapkan, pemilihan duta genre merupakan acara tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 2009.
Tahun 2022 ini, pemilihan duta GenRe Kota Bandung diikuti 82 pendaftar dari 30 kecamatan. Para pendaftar tersebut diseleksi sampai dipilih 20 remaja terbaik.
"Selama 3 hari para peserta diberi pembinaan dan pemateri serta melaksanakan unjuk bakat dan inovasi. Setelah itu dipilih 6 pasang terbaik sampai 3 pasang terbaik," ujarnya
Ia mengatakan, pemenang Duta GenRe Kota Bandung akan diikutkan pada pemilihan duta GenRe tingkat Jawa Barat. "Mudah-mudah bisa sampai ke tingkat nasional," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026
-
Implementasi Pembatasan Ekspor Batu Bara Bikin Ekonomi Sektor Tambang Jeblok, BPS Ungkap Angkanya
-
MBG hingga Gaji ke-13 Dongkrak Belanja Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Melambat
-
Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara
-
Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan