/
Rabu, 08 Juni 2022 | 18:24 WIB
BUMN

TANTRUM - Program transformasi yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah diklaim telah menghasilkan kenaikan laba bersih hampir 1.000 persen dari sebelumnya Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 126 triliun pada 2021.

Bahkan, kinerja ini dapat pujian dari Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, yang menyampaikan Menteri Erick berhasil mencatatkan sejarah dengan laporan keuangan BUMN yang terkonsolidasi.

"Ini semua karena transformasi yang dilakukan oleh BUMN baik itu transformasi sumber daya manusia, teknologi, finansial, dan model bisnis," ujar  Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Rabu, 8 Juni 2022.

Selain program transformasi yang dijalankan dengan baik, kebijakan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah itu turut mendukung kenaikan laba bersih pada tahun lalu.

Menurut dia, pemulihan yang dialami oleh BUMN dari fase sebelum pandemi menjadi setelah pandemi juga turut mendorong kenaikan laba bersih tersebut.

"Kontribusi ini diberikan oleh sektor perbankan, telekomunikasi, tambang, perkebunan, dan farmasi, dengan bukti ini, transformasi yang ada saat ini ada di track yang benar dan akan diteruskan," kata Arya.

Pada 2021, total pendapatan BUMN mencapai Rp 1.983 triliun atau setara 99 persen dari pendapatan APBN. Adapun total pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak yang diberikan BUMN secara konsolidasi mencapai Rp 371 triliun.

Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam mengapresiasi capaian Kementerian BUMN dalam meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah meski di tengah tantangan pandemi.
 
"Kepemimpinan Erick Thohir dalam mengelola BUMN telah berhasil melampaui sejumlah target yang dicanangkan oleh pemerintah," katanya.

Load More