TANTRUM - Bulan Juni identik dengan bulan Bung Karno. Di bulan ini, Presiden pertama RI yang biasa dipanggil Sukarno itu lahir, tepatnya tanggal 6 Juni. Untuk menyambut hari lahir Bung Besar, maka komunitas di Bandung menggelar Pameran Buku Bung Karno.
Pameran berlangsung di gedung yang dulunya pengadilan Landraad – bekas Sukarno diadili dengan tuduhan makar – yang kini bernama Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan.
Total ada 81 buku dan beberapa foto sejarah perjalanan Sukarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang dipamerkan di Gedung Indonesia Menggugat.
Buku-buku tersebut antara lain mengisahkan perjuangan Bung Karno di Penjara Banceuy, romansa dengan Ibu Inggit Garnasih, serta berbagai perjuangan Bung Karno semasa hidup.
"Haul Bung Karno memang selalu jadi kegiatan rutin di Gedung Indonesia Menggugat. Kami menggandeng sejumlah komunitas untuk menggelar pameran atau kegiatan untuk mengingat jasa-jasa Bung Karno," ujar Dede Ahmad, juru pelihara dan pemandu Gedung Indonesia Menggugat.
Memasuki hari keempat, Dede menyebut pameran ini disambut antusias, khususnya oleh pecinta sejarah di Kota Bandung.
Akan tetapi, karena pameran diselenggarakan dalam situasi pandemi Covid-19, pengelola Gedung Indonesia Menggugat masih membatasi kunjungan.
"Sekitar 80 orang pengunjung (pameran). Mereka dari kalangan mahasiswa banyaknya," kata Dede.
Pada peringatan hari lahir Bung Karno tahun ini, Gedung Indonesia Menggugat menggandeng beberapa komunitas, di antaranya: Mataholang Officieel, Manikam Khatulistiwa, Majelis Sastra, dan pegiat sejarah lainnya.
Acara pembukaan diisi oleh penampilan seni dan orasi budaya, lalu dilanjutkan dengan pameran buku yang masih berlangsung hingga 11 Juni 2022 mendatang.
Selain melihat koleksi buku dan foto, para pengunjung juga diberi edukasi sejarah, khususnya perjalanan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
"Wisata sejarah. Jadi, selain menikmati pameran, pengunjung diberi edukasi juga," ucap Dede.
Ia berharap, ke depannya semakin banyak acara untuk memperingati hari kebangsaan, khususnya di Kota Bandung. Agar masyarakat Kota Bandung bisa mengenal lebih dekat sejarah bangsanya.
Bagi anda yang penasaran dengan pameran ini, masih ada waktu sampai 11 Juni 2022 atau Sabtu mendatang. Melalui pameran ini, menunjukkan bahwa Sukarno akrab dengan Kota Bandung.
Di kota ini ia kuliah di ITB, merancang gedung, aktif di bidang pergerakan sampai mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), menikah dengan Inggit Garnasih. Bahkan di kota ini ia dipenjara oleh pemerintah Belanda.
Tag
Berita Terkait
-
Pelajaran dari Jose Ramos-Horta: Rekonsiliasi Lebih Kuat daripada Balas Dendam
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Ketika Presiden Timor Leste Membagikan Pelajaran Diplomasi di Jakarta
-
Igor Tolic Ungkap Rencana Persib Bandung Jelang Musim Anyar, TC Dimulai Awal Juli
-
Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Horor Komedi Rasa Tragedi: Sekawan Limo 2 Berani Angkat Isu Sosial yang Sensitif?
-
Masalah IPAL, Operasional 11 SPPG di Ponorogo Dihentikan
-
Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya
-
SF Hariyanto Ngaku Tak Banyak Dilibatkan di Era Abdul Wahid: Saya Ditinggal
-
Sarwendah Siap Lunasi Utang Rumah, Ruben Onsu Minta Cicilan Dikembalikan
-
Kantor BGN 'Diobok-obok' Kejagung, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Diperiksa
-
Tunawisma Ditemukan tak Bernyawa di Gunung Sari Bandar Lampung
-
Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan
-
Rockhills: Rekomendasi Kafe dengan View Ketinggian dari Kota Batu
-
Hidup Minim Sampah di Tengah Tren Belanja Online yang Tidak Ada Habisnya