TANTRUM - Perhelatan Piala Presiden di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) disambut antusias oleh para pelaku pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Apalagi tim kebanggaan Kota Bandung, Jawa Barat, Persib, turut serta dalam pertandingan pramusim ini.
Piala Presiden yang dimulai Minggu (12/6/2022) ini bahkan dianggap tidak biasa, karena dinilai menjadi momen kebangkitan di bidang ekonomi yang terpukul selama dua tahun pagebluk.
Para pelaku UMKM pun turut menjadi korban keganasan Covid-19. Banyak yang tidak bisa berdagang, atau dagangannya sepi.
Salah satunya diungkapkan oleh pedagang pakaian dan atribut persib yang berdagang di pelataran stadion GBLA, Syamsudin.
Dia mengatakan, dapat meraih omzet hingga Rp5 juta hanya dalam satu hari saja saat ada pertandingan.
"Jadi kalau Persib main, saya bisa dapat uang kotor itu Rp3-5 juta. Soalnya di kondisi seperti ini yang penting si pembeli punya atribut buat dibawa ke dalem stadion. Jadi suka banyak banget yang beli tuh,” ujar Syamsudin.
Hal serupa juga dikatakan Hamdan, pedagang siomay. Dia mengaku memperoleh peningkatan keuntungan berkali-kali lipat saat ada pertandingan.
"Untung yang didapat ketika dagang di GBLA pas persib mau tanding tuh naik banget, bisa 5 sampai 6 kali lipat,” katanya.
Tak hanya pedagang, para Bobotoh pun menyambut antusias dengan dijadikannya stadion GBLA sebagai salah satu tuan rumah dalam ajang Piala Presiden 2022.
"Terima kasih untuk seluruh jajaran pemerintahan, wali kota dan kepoliisisan karena telah memberikan izin untuk diadakannya pertandingan persib di GBLA lagi,” ucap salah satu bobotoh asal Cianjur, Ilyas
Dari pantauan, para pedagang dan penonton sudah memenuhi stadion sejak pagi. Mulai dari pedagang makanan hingga pakaian dan atribut khas Persib yang berwarna biru menjajakan dagangannya.
Persib akan menjalani laga perdana pada Piala Presiden 2022 melawan Bali United di Stadion GBLA, Minggu malam.
Persib tergabung dalam Grup C bersama dengan Bali United, Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC.
Berita Terkait
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
Respon Berkelas Joey Pelupessy Usai Bawa SK Lommel Naik Kasta: Ingin Promosi? Beli Saya!
-
Daisuke Sato Buka Suara! Bongkar Kronologi Lengkap Kasus yang Bikin Persib Disanksi FIFA
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo