/
Selasa, 14 Juni 2022 | 12:38 WIB
suara.com

TANTRUM - Seluruh kegiatan peningkatan ekonomi di masyarakat terutama di Purbalingga, akan didukung penuh oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui hasil riset dan inovasi teknologi.

Menurut Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi Pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BRIN Dadan Nugraha mengatakan, otoritasnya membuka lebar pintu kerjasama dengan berbagai pihak. 

Dadan menegaskan kerjasama itu tidak hanya antar lembaga atau perguruan tinggi, bahkan masyarakat luas pun dapat menggunakan fasilitas riset yang ada di BRIN.

"BRIN juga baru saja menyelesaikan Fasilitas Riset Pangan di Gunung Kidul, Yogyakarta. Yang diresmikan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin pada April lalu. Lab ini akan ditujukan sebagai rujukan riset halal di Indonesia," ujar Dadan ditulis Selasa, 14 Juni 2022.

Tentunya fasilitas ini juga bisa digunakan oleh pelaku UMKM khususnya di Purbalingga. Gunanya kata Dadan, untuk mengetahui apakah ada indikasi kandungan bahan yang tidak halal dalam produknya.

Dadan mengatakan BRIN saat ini memiliki program Rumah Kemasan yang bisa bekerjasama baik dengan pemerintah daerah maupun swasta. 

Rumah ini memiliki konsep sebagai sentra pengemasan yang mampu mengakomodir kebutuhan kemasan UMKM pada daerah tertentu.

“Konsep sentra pengemasan yang digunakan bersama akan lebih efisien dari segi modal dan perawatan dibandingkan setiap UMKM harus memiliki teknologi pengemasannya sendiri-sendiri,” ucap Dadan.

Dirinya berharap, BRIN dapat membangun Rumah Kemasan di kawasan Purbalingga, setelah sebelumnya telah membangun di daerah Yogyakarta sebagai program percontohan.

Itu dikatakan Dadan saat acara Bimbingan Teknis Pengemasan Produk UMKM di Ballroom Hotel Braling, Kabupaten Purbalingga, akhir pekan lalu.

Sebelumnya Anggota Komisi VII DPR RI  Rofik Hananto berharap kepada para periset BRIN untuk menciptakan inovasi guna meningkatkan nilai jual produk pelaku UMKM. 

“Ini yang saya harapkan dapat diajarkan oleh para periset dari BRIN kepada para pelaku UMKM di Purbalingga. Sehingga mampu meningkatkan nilai jual produk. Dengan pengemasan yang modern dan menarik, saya yakin apabila dijual di Jakarta dan marketplace, harganya bisa naik tiga hingga lima kali lipat,” ucap Rofik.

Rofik mengungkapkan, salah satu faktor yang dapat meningkatkan nilai jual produk UMKM adalah packaging atau kemasan. 

Dengan kemajuan teknologi pengemasan saat ini, kemasan tidak hanya berfungsi membuat produk bertahan lebih lama, namun juga mampu membuat tampilan lebih menarik. 

Load More