/
Kamis, 16 Juni 2022 | 14:28 WIB
suara.com

TANTRUM - Program Kartu Prakerja yang diluncurkan pemerintah telah mencapai 12,8 juta sejak diluncurkan pada April 2020. Seluruh peserta tersebut berasal dari 34 provinsi dan 15 kabupaten/kota di Indonesia yang selama ini minim akses pelatihan.

Peserta  itu mencangkup juga berbagai warga di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan) yang tidak pernah tersentuh oleh pelatihan.

"Ini berkat dari transformasi digital yang dilakukan oleh Tim Kartu Prakerja secara end-to-end," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin di Jakarta, Kamis, 16 Juni 2022.

Ia menuturkan, seluruh proses dalam Kartu Prakerja mulai dari pendaftaran, pelatihan, hingga pemberian insentif dilakukan secara digital.

Saat ini, menurutnya, sudah terdapat ekosistem yang luar biasa dalam Kartu Prakerja serta kolaborasi dan sinergi dengan seluruh ekosistem yang ada.

Rudy menjelaskan, ekosistem yang dimaksud yakni adanya enam platform digital, enam mitra pembayaran , empat portal pekerjaan, delapan institusi pendidikan, 171 lembaga pelatihan, dan lebih dari 1.000 pelatihan aktif dalam Program Kartu Prakerja.

Ia mengungkapkan, melihat capaian dan dampak yang luar biasa besar dari Program Kartu Prakerja, Presiden Joko Widodo meminta penyelenggaraan acara Temu Raya Prakerja yang akan dihadiri berbagai Alumni Kartu Prakerja

"Acara ini akan diselenggarakan pada 17 Juni 2022 pukul 14.00 WIB di Sentul International Convention Center (SICC)," tambahnya.

Menurut dia, acara tersebut akan melibatkan delapan ribu Alumni Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia. Dari acara tersebut diharapkan akan semakin banyak lagi masyarakat yang bisa memanfaatkan Program Kartu Prakerja.

"Pada tahun ini pemerintah masih akan membuka gelombang perekrutan dengan kuota yang luar biasa besar," katanya. 

Load More