/
Selasa, 12 Juli 2022 | 09:04 WIB
suara.com

TANTRUM - Penggunaan teknologi digital di Indonesia mulai menunjukan pola penggunaan dengan intensitas yang tinggi. Padahal, penggunaan teknologi digita  harus seimbang.

Langkahnya, adalah dengan edukasi literasi digital yang mumpuni agar penggunaan teknologi yang tersedia bisa maksimal dan positif.

Orang Indonesia, menurut Manajer Program ICT Watch Indriyatno Banyumurti memaparkan, rata-rata menghabiskan delapan jam per-hari untuk menggunakan perangkat digital.

"Penggunaan teknologi bisa maksimal dan positif, bila masyarakat memiliki literasi digital baik," katanya.

Trainer Literasi Digital Soni Mongan mengatakan, dalam berkomunikasi di dunia maya sebaiknya menerapkan sopan santun, seperti yang diajarkan di dunia nyata.

"Dalam komunikasi digital kita harus tahu dengan siapa kita berkomunikasi, agar menyesuaikan dengan budaya dan bahasa daerah lain," ujarnya.

Kreator Konten Ibob Tarigan menyatakan literasi digital bukanlah panduan cara menggunakan media sosial, tapi panduan untuk mengetahui fungsi media sosial yang sebenarnya sehingga dapat menghindari penyalahgunaan media sosial seperti halnya membuat konten-konten negatif.

"Literasi digital tidak banyak berbicara tentang cara (menggunakan teknologi digital), tetapi fungsinya. Jadi kalau kita bicara tentang 4.0 itu tidak hanya selalu sosial media, tapi fungsinya untuk apa," katanya.

Kegiatan Pekan Literasi Digital merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo).

Baca Juga: Ajang Edukasi Kendaraan Listrik di Pameran PEVS

Selain itu, bergabung bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi dengan target sebanyak 50 juta orang masyarakat Indonesia mendapatkan literasi di bidang digital hingga 2024.

Load More