/
Senin, 25 Juli 2022 | 15:39 WIB
olo Keroncong Festival (SKF) 2022 di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/7/2022). (olo Keroncong Festival (SKF) 2022 di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/7/2022).)

TANTRUM - Pergelaran Solo Keroncong Festival (SKF) 2022 menjadi kesempatan baik bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan berbasis kreativitas serta inovasi di daerah setempat untuk “unjuk gigi”.

"SKF 2022 dapat menggelorakan perputaran ekonomi Solo dan sekitarnya, sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki lewat keterangan resmi, Jakarta, Senin (25/7).

Ajang SKF 2022 yang mengangkat tema "Keroncong Fusion” dinilai relevan dalam memperkenalkan grup-grup orkes nasional dan internasional kepada generasi muda.

Sejak lama, Solo disebut sudah menjadi kiblat untuk mendalami ilmu budaya keroncong. Seiring perkembangan zaman, keroncong bertransformasi dari tempo dulu menjadi modern.

“Terlebih Solo juga merupakan rumah bagi begitu banyak legenda keroncong. Salah satunya seniman keroncong kota Solo, yaitu Waldjinah yang di usia 76 tahun masih berkarya lewat musik keroncong,” ungkap dia.

SKF 2022 bakal menginspirasi kelahiran bibit-bibit legenda keroncong di masa depan. 

"Saya mengharapkan penyelenggaraan SKF dapat terus bergulir, bertumbuh lebih besar, dan mengukuhkan keroncong sebagai kekayaan budaya Indonesia yang dikenal masyarakat dunia," ucap Menkop.

SKF 2022 diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, yaitu dari 24-25 Juli 2022 dengan menampilkan musik keroncong yang bercampur padu dengan genre musik popular di antaranya pop, campur sari, hingga jazz.

Baca Juga: Arti Gomawo, Cara Penggunaan, dan Bentuk Lain Kalimatnya

Load More