TANTRUM - Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Bandung periode 2021-2026 diharapkan mampu membawa semangat baru untuk meningkatkan peran perempuan dalam bidang politik. Semangat ini muncul saat pelantikan pengurus KPPI Kota Bandung, Selasa, 26 Juli 2022.
Terutama pada target representasi perempuan di kursi anggota dewan yang sampai saat ini belum mencapai 30 persen. Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, di sela-sela acara pelatikan KPPI Kota Bandung.
Menurutnya, partisipasi perempuan dalam politik harus kembali ditingkatkan dengan literasi terstruktur agar sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu.
"Keberadaan KPPI sangat penting untuk menjadi mitra pemerintah. Dengan literasi terstruktur akan banyak perempuan yang terjun ke dunia politik," ujar Yana Mulyana.
Meski berasal dari beragam warna partai yang berbeda, Yana berharap, KPPI Kota Bandung bisa memberikan kebijakan yang tidak bias gender dalam pembangunan Kota Bandung.
"Jelang tahun politik 2024 ini, mari bersama-sama kita munculkan perempuan yang peduli dengan politik dan itu adalah tantangan kita bersama," lanjutnya.
Menanggapi hal ini, Ketua DPC KPPI Kota Bandung, Rieke Suryaningsih menuturkan, sampai saat ini kursi yang diduduki perempuan di DPRD Kota Bandung hanya terisi 8 kursi dari target 15 kursi.
Ia mengaku, sebenarnya banyak perempuan yang ingin mengambil peran dalam politik, tapi masih terhalang dengan beberapa kendala.
"Rencananya kami akan melakukan sosialisasi KPPI sampai ke tingkat kecamatan. Kami juga akan membuat focus group discussion (FGD) mengenai topik 'Mengapa perempuan kerap sulit terjun ke dunia politik'. Apakah perempuan itu seringnya hanya dijadikan sebagai 'boneka' atau memang kita dari perempuan yang SDMnya kurang," ungkap Rieke.
Baca Juga: Viral, Jeje Slebew Disingkirkan Aparat Saat Berpose Ala Model di Citayam Fashion Week
Ia menambahkan, beberapa program turunan dari KPPI Jawa Barat (Jabar) juga akan diadopsi untuk diimplementasikan dalam program KPPI Kota Bandung.
"Kami juga akan meniru sekolah politik yang diusung KPPI Jabar. Namun, memang sampai saat ini baru sebatas pada diskusi-diskusi saja," imbuhnya.
Pada kesempatan ini hadir pula Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Edwin Sanjaya. Ia menyampaikan agar KPPI Kota Bandung bisa menjalankan beberapa peran penting dalam dunia politik.
Tak hanya ruang lingkup Kota Bandung, tapi juga bisa sampai ke permasalahan global.
"Pertama, ada peran advokasi untuk mendampingi dan mengawal agar keterwakilan perempuan di bidang politik bisa semakin baik. Lalu, ada peran capacity building untuk mewujudkan kekuatan civil society," ujarnya.
"Sehingga bisa menangani isu yang ada di Kota Bandung hingga internasional yang kita sebut SDGs," imbuh Edwin.
Serupa dengan Edwin, Wakil Ketua Advokasi dan Jaringan DPD KPPI Jawa Barat, Cucu Sugiati berharap, KPPI Kota Bandung bisa berkembang sebagai wadah perempuan untuk belajar dan mengasah kemampuan politik.
"Semoga KPPI Kota Bandung mampu mengajak generasi muda untuk ikut turun di perkancahan politik. KPPI harus menjadi sumber kader untuk seluruh partai. Sebab sampai saat ini kuota perempuan di kursi anggota dewan provinsi masih 21 persen, jauh dari target," harap Cucu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli