TANTRUM - Kondom merupakan alat kontrasepsi untuk lelaki, namun ternyata menjadi multifungsi apabila dijadikan alat untuk mabuk.
Para pemabuk di India saat ini tengah mengikuti tren viral mabuk dengan meminum air rebusan kondom.
Anak-anak sekolah di Benggala Barat, Durgapur, India, memiliki cara baru untuk mabuk. Bukan dengan ganja atau narkoba, melainkan dengan kondom.
Menurut laporan Live Mint diberitakan Suara.com, Rabu, 27 Juli 2022, kondom tersebut direndam ke dalam air panas, lalu meminum air tersebut. Efeknya membuat mereka mabuk selama 10 hingga 12 jam.
Fenomena ini dicurigai oleh seorang penjaga toko ketika menyadari bahwa kondom rasa semakin banyak diminati murid-murid sekolah. Terutama di daerah seperti Pusat Kota Durgapur, Bidhannagar, Benachiti, dan Muchipara.
Karena penasaran, penjaga toko pun bertanya kepada salah satu pelanggan mengapa sering membeli kondom rasa. Pembeli pun menjawab tujuannya untuk mabuk-mabukan.
"Sebelumnya tiga sampai empat paket kondom dijual per toko per hari. Sekarang, satu dus kondom habis," kata salah satu penjual di Durgapur.
Apakah benar rendaman air panas kondom rasa bisa memabukkan?
Ahli kimia dari Rumah Sakit Divisi Durgapur, Dheeman Mandal, mengatakan bahwa meminum rebusan air kondom justru berbahaya.
Baca Juga: Bulog Tunggu Penugasan Pemerintah Serap Sapi Terjangkit PMK Milik Peternak
"Merendam kondom jangka panjang di air panas menyebabkan keracunan karena pemecahan molekul organik besar menjadi senyawa alkohol," kata Mandal.
Mandal menambahkan bahwa kondom mengandung senyawa aromatik, yang akan terurai menjadi alkohol.
"Itu membuat ketagihan," lanjutnya.
Senyawa tersebut juga ada dalam dendrit, yang lagi-lagi merupakan produk umum untuk keracunan.
Efek ini sama hal seperti ketika orang-orang mengendus lem, cat, cat kuku, dan pemutih. Bahkan banyak orang yang terlihat mabuk karena mengonsumsi hand sanitizer dan aftershave.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis