TANTRUM - Pemerintah Indonesia terus melakukan penerbitas Surat Berharga Negara (SBN) atau menambah utang untuk menutup defisit anggaran. Berdasarkan kalender penerbitan SBN tahun 2022, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2022.
Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan minat lelang Surat Utang Negara (SUN) berlanjut membaik, seiring investor yang sudah mulai risk on alias optimis.
Ia memaparkan, perbaikan minat lelang Surat Utang Negara (SUN) tercermin dari meningkatnya penawaran masuk atau incoming bids menjadi Rp36,91 triliun dari lelang sebelumnya sebesar Rp29,46 triliun.
Dengan mempertimbangkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang wajar di pasar sekunder dan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022, maka pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp19,06 triliun dari penawaran masuk atau di atas target indikatif yang diumumkan sebesar Rp15 triliun.
"Keputusan ini mencerminkan bahwa dalam pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui SBN dilakukan secara oportunistik, fleksibel, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian," katanya.
Ia menegaskan, investor sudah mulai optimis pasca hasil pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed bulan Juli 2022 yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar dan adanya sinyal Fed tidak akan seagresif sebelumnya dalam melakukan normalisasi kebijakan tingkat suku bunga.
Deni melanjutkan, minat investor asing di pasar perdana meningkat 46 persen dibandingkan lelang sebelumnya dari Rp4,76 triliun menjadi Rp6,95 triliun. Minat investor asing mayoritas masih pada tenor lima dan 10 tahun, dengan total penawaran yang diberikan alias awarded bids sebesar Rp4,97 triliun atau 26,09 persen dari total penawaran masuk.
Seri benchmark dengan tenor lima dan 10 tahun kembali mendominasi permintaan investor pada lelang hari ini, yang mencapai 77,22 persen dari total penawaran masuk dan 81,06 persen dari total penawaran yang diberikan.
Selain itu penawaran masuk terbesar masih pada tenor 10 tahun yaitu senilai Rp17,77 triliun atau 48,14 persen dari total penawaran masuk dan dimenangkan sebesar Rp11,15 triliun atau 58,5 persen dari total penawaran yang diberikan.
Baca Juga: Super Junior Gelar Konser di Indonesia Bulan Depan
Secara umum, tingkat borrowing cost pemerintah pada lelang hari ini turun mencapai level yang cukup kompetitif dengan imbal hasil rata-rata tertimbang (WAY) yang dimenangkan lebih rendah delapan basis poin (bps) sampai 52 bps dibandingkan lelang sebelumnya, sesuai dengan sentimen pasar yang cenderung positif dalam sepekan terakhir.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Dukung MBG Demo di DPRD Sumsel, Siapa Sebenarnya Massa yang Turun ke Jalan?
-
Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Menurut Feng Shui, Lukisan Sebaiknya Dipajang di Mana? Ini Lokasi yang Bisa Bikin Hoki
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi di Pegadaian, Kepala Unit Layanan Syariah Jadi Tersangka
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
Menakar Kontrol Sosial Masyarakat Modern Lewat Kasus Penyekapan di Bandung