TANTRUM - Ikan laut, di antara jenis hewan yang banyak bisa dan boleh di makan. Namun ada beberapa jenis ikan laut beracun yang musti waspada untuk dimakan.
Di antara ikan beracun itu adalah ikan pedang, ikan tuna sirip biru dan ikan buntal. Namun ketiga ikan ini masih dikonsumsi di beberapa negara, seperti Jepang.
Berikut ini pembahasan jenis ikan laut beracun:
1. Ikan Pedang
Ikan pedang atau todak adalah salah satu jenis ikan beracun. Bahkan disarankan tidak dikonsumsi. Tubuh ikan todak panjang membulat dapat mencapai 2 - 4,6 meter dan dapat berbobot hingga 650 kg.
Kulitnya licin tidak bersisik, bagian atas tubuhnya berwarna keunguan atau kebiruan dan bagian bawah tubuhnya keperakan. Banyak terdapat di perairan tropis dan perairan iklim sedang.
2. Tuna Sirip Biru
Tuna Sirip Biru termasuk ikan termahal di sunia. Biasanya Tuna Sirip Biru dimakan untuk dibuat sushi di Jepang.
Tuna Sirip Biru dianggap beracun karena ditubuhnya banyak mengandung zat merkuri. Sebab ikan ini banyak memakan ikan kecil di lautan.
Baca Juga: Prediksi Timnas Indonesia vs Vietnam di Laga Pamungkas Grup A Piala AFF U-16 2022
3. Ikan Buntal
Ikan buntal juga beracun. Organ-organ dalam seperti hati dan kadang kulit mereka sangat beracun bagi sejumlah hewan jika dimakan.
Hanya saja ikan buntal di konsumsi di Jepang dengan sebutan ikan fuku. Begitu juga di Korea dan ChinaDemikian jenis ikan laut beracun yang perlu Anda waspadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
Terkini
-
Cerita Pemkot Jakarta Timur Redakan Tawuran Lewat Dialog dan Olahraga
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Tak Mau Imbang, Adam Alis Ingin Persib Bandung Menang atas Persijap
-
Dapat Beasiswa Malah Bikin Onar, 3 Pelajar Sudan di Pringsewu Diciduk Imigrasi Bandar Lampung
-
Mauricio Souza Bangga Persija Jakarta Pecahkan Rekor Poin
-
Uang Rp1 M Disimpan di Kardus, Ini Siasat Abah Jempol Kelabui Korban Seleksi Akpol
-
Jelang Bela Timnas Indonesia, Kevin Diks Cetak Gol dan Masuk Tim Terbaik Bundesliga
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya