TANTRUM - Banyak mesin pencari yang digunakan pengguna internet. Apalagi pada masa kini hampir seluruh kegiatan dipastikan melalui internet.
Namun Anda mungkin tidak menyadari, betapa banyak iklan berseliweran saat berselancar di Internet.
Hebatnya iklan-iklan tersebut relevan dengan kebiasaan dan kesukaan Anda. Iklan ini menyasar pengguna yang cocok dengan profil pembacanya.
Kenapa bisa begitu? Salah satunya adalah karena data privasi Anda dibaca oleh mesin pencari dan sosial media seperti facebook,Twitter dan Instagram yang mengetahui sedang membaca apa dan kebiasan-kebiasan Sobat saat berselancar di Internet.
Dicuplik dari Signal Repubilka, Senin, 8 Agustus 2022, akhir-akhir ini menjadi semakin jelas bahwa Google, khususnya, memantau penggunanya jauh lebih banyak daripada yang diinginkan banyak orang.
Pada saat yang sama, raksasa mesin pencari tersebut telah menjadi sumber informasi yang sangat dibutuhkan banyak orang.
Selain itu, Google adalah alat yang sangat penting bagi pebisnis yang ingin terhubung dengan pelanggan baru dan yang sudah ada, membangun merek, dan mengejar kesuksesan baik secara online maupun secara langsung.
Dengan segudang kelebihan yang dimiliki oleh Google, apakah ada mesin pencari alternatif lain yang setidaknya memiliki kemampuan yang sama namun tidak memata-matai penggunanya.
Nampaknya, DuckDuckGo adalah alternatif tersebut karena mesin pencari ini mendeklarasikan diri dari awal sebagai mesin pencari yang tidak akan pernah menyimpan informasi pribadi penggunanya. Sampai kapan pun.
Baca Juga: 4 Tanda Pasanganmu Berharap Kamu adalah Cinta Sejati
Dalam kebijakannya soal privasi, mereka menyatakan tidak mengumpulkan atau menyebarkan informasi personal penggunanya.
Tidak akan mengikuti penggunanya dengan iklan. Tidak menyimpan riwayat browsing penggunanya dan tidak menjual apapun kepada pemasang iklan yang mengikuti jejak penggunanya lewat Internet.
Bahkan DuckDuckGo berani mendeklarasikan diri sebagai mesin pencari yang tidak mengikuti jejak penggunanya di dalam maupun di luar mode browsing.
Dimana seperti Anda ketahui bahwa semua browser sebenarnya sudah menyediakan fitur mode penyamaran yang tujuannya adalah untuk tidak menyimpan riwayat pencarian.
Namun, faktanya Google masih bisa melacak penggunanya di saat menggunakan mode penyamaran(incognito).
Banyak orang menggunakan Google hanya karena itulah yang selalu mereka lakukan, terlepas dari kenyataan bahwa mungkin ada yang lebih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.
Namun, karena tidak tahu ada mesin alternatif selain Google yang lebih baik, maka pilihannya tetap ke Google.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan