Bantal yang diletakkan di belakang punggung juga dapat membantu mempertahankan posisi tidur yang baik untuk ibu hamil dengan mencegah agar tidak berguling.
Cara ini juga dapat memberikan tambahan dukungan untuk punggung dan pinggang sehingga mencegah nyeri.
Untuk membantu menopang perut yang sudah besar, Ibu hamil dapat menempatkan bantal di bawah perut.
Jika ibu mengalami napas berat saat tidur, manfaatkan bantal untuk mengganjal bagian samping dan menaikkan posisi tubuh bagian atas sehingga Ibu dapat lebih mudah bernapas.
Bagi Ibu hamil yang kerap mengalami nyeri ulu hati atau heartburn, bantal bisa menjadi penyangga lebih tinggi di bagian kepala sehingga asam lambung tidak naik ke kerongkongan saat tidur.
Bantal yang dipakai bisa yang jenis biasa, namun bisa juga bantal khusus ibu hamil yang lebih besar dan nyaman untuk tidur menyamping.
Bantal ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran sehingga ibu hamil dapat memilih variasi yang paling sesuai dan nyaman.
Selain posisi tidur yang baik untuk ibu hamil, ada juga posisi tidur yang sebaiknya dihindari agar ibu bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak, yaitu:
1. Tidur telentang
Baca Juga: Digugat Ayah Atta Halilintar soal Merek Gen Halilintar, Ini Respons Kemenkumham
Saat ibu hamil tidur telentang, maka ukuran perut yang kian membesar akan menekan usus dan pemuluh darah utama yaitu aorta dan vena cava.
Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk sakit punggung, gangguan pernapasan, masalah sistem pencernaan, wasir, tekanan darah rendah dan menyebabkan penurunan sirkulasi darah ke jantung dan bayi.
2. Tidur tengkurap
Dengan ukuran perut yang kian besar, ibu hamil biasanya akan merasa tidak nyaman untuk tidur tengkurap.
Tengkurap masih termasuk posisi hamil yang baik untuk ibu hamil muda karena masih bisa dilakukan, tapi biasanya semakin besar kandungan maka posisi tidur ini semakin tidak disarankan.
Menurut American Pregnancy Association, ibu hamil yang terbiasa tidur tengkurap bisa menggunakan bantal berbentuk donat dengan lubang di tengahnya sebagai penyangga di bagian perut agar bisa tidur lebih nyaman.
Ibu hamil seringkali susah tidur karena adanya perubahan bentuk tubuh dan ketidakseimbangan hormon yang terjadi di masa kehamilan.
Kedua hal ini bisa memicu beberapa kondisi yang membuat ibu sulit tidur nyenyak, termasuk:
- Jadi lebih sering ingin buang air kecil, termasuk malam hari sehingga membuat ibu kerap terbangun tengah malam.
- Mengalami heartburn atau kenaikan asam lambung di malam hari.
- Perut yang membesar membuat ibu lebih sulit menemukan posisi yang nyaman.
- Kram kaki dan sakit punggung setelah membawa beban yang semakin berat.
- Mengalami mimpi buruk.
- Stres dan kecemasan di masa kehamilan, terutama mengkhawatirkan kesehatan bayi, mencemaskan kesiapan menjadi orangtua, atau gugup memikirkan persalinan.
Agar ibu hamil bisa tidur lebih nyenyak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, termasuk:
- Membiasakan tidur miring sejak awal kehamilan dengan lutut ditekuk.
- Bereksperimen dengan meletakkan bantal pada beberapa bagian tubuh untuk menemukan posisi tidur yang nyaman.
- Kurangi minuman berkafein seperti soda, kopi, dan teh yang dapat membuat ibu sulit tidur.
- Jangan minum banyak cairan atau makan besar beberapa jam sebelum tidur untuk mencegah keinginan buang air kecil atau naiknya asam lambung di malam hari.
- Makan dengan porsi lebih banyak saat sarapan dan makan siang, lalu makan malam dengan porsi lebih sedikit dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi selama masa kehamilan.
- Usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
- Hindari olahraga berat tepat sebelum tidur. Aktivitas yang menenangkan, seperti membaca buku atau menikmati minuman hangat bebas kafein dapat lebih membantu.
- Jika terbangun karena kram kaki, coba tumpukan kaki ke dinding atau berdiri. Meregangkan betis sebelum tidur juga dapat membantu mengurangi risiko kram kaki saat tidur.
- Mengikuti kelas yoga, latihan pernapasan, meditasi atau teknik relaksasi lainnya yang dapat membuat tubuh lebih santai di malam hari.
- Redakan cemas dengan mengikuti kelas-kelas kehamilan ataupun konsultasi ke psikolog agar bisa tidur lebih nyenyak.
- Hindari mengonsumsi obat atau suplemen untuk membantu tidur tanpa berkonsultasi dengan dokter. Demikian juga jika ibu hamil ingin melakukan olahraga tertentu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI
-
Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari
-
Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata
-
7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya
-
Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja
-
Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z
-
Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih
-
Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia