/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 08:50 WIB
Ilustrasi penderita diabetes memeriksa gula darah. (suara.com)

TANTRUM - Penyakit diabetes melitus memiliki banyak nama, seperti penyakit gula dan kencing manis

Namun, masyarakat Indonesia juga mengenal istilah diabetes kering dan diabetes basah. Meski begitu, istilah ini tidak berhubungan dengan jenis diabetes (diabetes tipe 1 dan 2), melainkan merupakan istilah tak resmi yang merujuk pada kondisi luka yang dialami oleh penderita diabetes.

Gejala diabetes memang bisa ditunjukkan dari luka yang sulit sembuh. Nah, gejala luka basah yang biasanya disertai nanah sering disebut diabetes basah. Sementara itu, diabetes kering merujuk kepada luka yang tak berair.

Menurut dr. Tania Savitri dari situs Hello Sehat, dicuplik Rabu, 24 Agustus 2022, luka basah merupakan kondisi lebih lanjut dari diabetes kering. Ini bisa terjadi karena luka kering tidak segera diobati dengan tepat atau kadar gula darah tetap tinggi sehingga menghambat proses penyembuhan.

Gejala khas dari luka diabetes basah ditandai dengan munculnya nanah. Munculnya nanah menandakan luka yang semula kering kini telah terinfeksi oleh bakteri.

Selain itu, luka basah biasanya proses penyembuhan jauh lebih lama dibanding luka kering. Pada beberapa kasus, infeksi luka yang basah dapat menyebar ke area lain sehingga harus dilakukan tindakan amputasi.

Secara umum, terdapat beberapa hal yang menyebabkan luka diabetes sulit sembuh, baik basah ataupun kering:

1. Peredaran darah terganggu

Kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat membuat pembuluh darah arteri lama-lama mengeras dan menyempit. Hal ini menyebabkan aliran darah dari jantung menuju seluruh tubuh jadi terhambat.

Baca Juga: 7 Tahun Kuliah Sambil Jadi Ajudan, Dua Permintaan Terakhir Brigadir J Diungkap Ayah

Penyempitan arteri akhirnya menghambat suplai darah yang kaya oksigen dan nutrisi. Padahal, oksigen dan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan luka. 

Itu sebabnya, tubuh orang diabetes pun kesulitan memperbaiki kerusakannya dengan cepat.

2. Daya tahan tubuh lemah

Selain karena faktor penyempitan pembuluh darah, luka pada tubuh diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes) juga susah sembuh karena daya tahan tubuhnya yang cenderung melemah.

Melemahnya daya tahan tubuh penderita diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka yang tetap terbuka dan basah. Luka kemudian malah tak kunjung sembuh atau bahkan bertambah parah.

Apabila diabetesi mengalami luka, perawatan perlu dilakukan sesegera mungkin. Proses pemulihan luka untuk orang kencing manis juga membutuhkan penanganan berbeda dengan perawatan luka pada umumnya.

Load More