TANTRUM - Tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh University of Montreal baru-baru ini mengumumkan penemuan planet samudera yang berpotensi untuk kehidupan.
TOI-1452 b adalah planet yang sedikit lebih besar dari planet Bumi dan mengorbit Bintang Katai Merah sekitar 100 tahun cahaya.
Berdasarkan ilmu IOP menurut jurnal astronomi, planet ini kemungkinan berbatu dan menerima radiasi dua kali lebih banyak dari Bumi.
Karena fakta bahwa TOI-1452 b menerima radiasi sedang, itu membuat kandidat yang bagus untuk sebuah planet laut.
Saat mereka mempelajari TOI-1452b, tim ilmuwan mengungkapkan bahwa planet laut yang mungkin mengorbit salah satu dari dua bintang kecil dalam sistem biner di konstelasi Draco.
Planet ini tampaknya terletak di dalam zona layak huni bintangnya, yang berarti tidak terlalu panas atau terlalu dingin untuk keberadaan air cair.
Faktanya, satu simulasi TOI-1452 b, yang dikembangkan oleh spesialis pemodelan komputer dalam tim ilmuwan, menunjukkan bahwa air dapat membentuk hingga 30% dari massa planet.
Sebagai perbandingan, lautan di Bumi membentuk kurang dari 1% meskipun 70% permukaannya adalah air.
The Astronomical Journal melaporkan, dicuplik Kamis, 25 Agustus 2022, bahwa TOI-1452 b menyelesaikan orbit bintangnya setiap 11 hari, yang dianggap sebagai satu tahun di planet ini.
Baca Juga: Resmikan Mal Pelayanan Publik, Ganjar: Layani Masyarakat dengan Baik
Planet itu menerima kira-kira jumlah cahaya yang sama dari bintangnya seperti yang diterima Venus dari Matahari kita.
Bintang di mana planet laut mengorbit lebih kecil dan lebih dingin dari matahari kita dan diperkirakan berada di orbit 1.400 tahun.
TOI-1452 b ditemukan oleh NASA lewat teleskop luar angkasa James Webb. Ini adalah teleskop ruang angkasa terbesar dan paling kompleks yang pernah dibuat.
Teleskop ini mampu mengumpulkan cahaya yang menempuh perjalanan 13,5 miliar tahun yang lalu.
Teleskop Webb dapat melihat langsung melalui awan debu besar yang mengaburkan pandangan sebagian besar teleskop lain karena kumpulan cahaya inframerahnya.
Ini 100 kali lebih kuat daripada Teleskop Luar Angkasa Hubble, dan cukup kuat untuk mencari uap air di atmosfer planet yang mengorbit bintang lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
57 Persen Galon Guna Ulang Melampaui Batas Pakai, DPR: Masyarakat Jangan Dibodohi Soal Bahaya BPA
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari