TANTRUM - Kabarnya Google Translate tidak mempunyai aplikasi khusus desktop, jadi jika Anda mengunduhnya, maka itu bukan aplikasi resmi dari Google.
Menurut Grup keamanan IT Checkpoint Research (CRP) menerbitkan laporan tentang penemuan malware yang bersembunyi di balik aplikasi tidak resmi, Gooogle Translate
Laporan menyebutkan para peneliti menemukan malware dari pengembang Turki Nitrokod di situs pengunduhan perangkat lunak populer seperti Softpedia dan Uptodown.
Tidak hanya Google Translate, penipuan ini juga mengelabui pengguna dengan versi desktop Microsoft Translator, YouTube Music, pengunduh mp3, Yandex Translate, dan aplikasi auto-shutdown.
Pengguna yang mengunduh salah satu dari aplikasi tersebut di desktop disarankan untuk menghapus secepatnya. Sebab, tidak satupun dari layanan tersebut memiliki aplikasi desktop resmi.
Dilansir dari TechSpot, dicuplik dari lama Tek, Jumat, 2 September 2022, Nitrokod merancang malware agar tampak sah setelah instalasi. Aplikasi Google Translate misalnya, terlihat dan berfungsi seperti halaman web resminya.
Nitrokod melakukan ini dengan mengonversi halaman Google melalui Chromium Embedded Framework. Selain itu, aplikasi tidak terlihat mencurigakan.
Sebagai gantinya, mereka menunggu hingga pengguna menyetel ulang sistem setidaknya empat kali dalam empat hari terpisah, yang dapat memakan waktu berminggu-minggu, tergantung penggunanya. CRP mengatakan ini membantu mereka menghindari deteksi Sandbox.
Setelah itu, malware menghapus jejak pemasangannya, sehingga mempersulit pengguna untuk menemukan aktivitas mencurigakan dari malware tersebut.
Baca Juga: Prediksi Persita Tangerang vs Madura United di BRI Liga 1 2022/2023
Perangkat lunak Nitrokod juga dapat memeriksa keberadaan perangkat lunak keamanan. Apabila terdeteksi, maka proses penambangan kripto, sebagaimana tujuan malware disematkan tidak kan dimulai.
Untuk itu, penting bagi Sahabat Tek untuk memeriksa terlebih dahulu keabsahan perangkat lunak atau aplikasi versi desktop sebelum meng-install-nya di perangkat Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Rahasia Pentol dan Ceker Tetap Jadi Jagoan Street Food di Tengah Gempuran Jajanan Kekinian
-
Handbody Merek Apa yang Cepat Memutihkan Kulit? 5 Produk Ini Ada Kandungan Pencerah
-
Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas
-
Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini
-
Link Lowongan Kerja Manajer Kopdes Merah Putih 2026: Ada 30.000 Formasi
-
Arti Warna 4 Level Nutrisi Minuman Tinggi Gula, Garam, dan Lemak: Ini Cara Bacanya!
-
Bawa Anak SMP ke Rumah untuk Dicabuli, Tukang Ojek Lansia Digeruduk Warga
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Zulhas Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027 Meski Ada Ancaman El Nino Godzilla
-
12 Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Ada Balita 2 Tahun