TANTRUM - Postingan Instagram Story casting director dan talent coordinator bernama Juandini Liesmita mendadak viral.
Wanita tersebut mengungkap dalam postingannya yang diunggah Rabu, (31/8), ada sutradara telah melakukan kekerasan fisik dan verbal pada talent coordinator (talco) perempuan yang merupakan timnya berinisial C.
Juandini menceritakan sutradara itu marah pada C karena pakaian yang dikenakan oleh para extras dianggap tak cocok.
Merasa terkait pakaian adalah ranah wardrobe, C pun mengaku tidak tahu menahu. Namun ia malah didorong dan ditampar.
"Berawal di scene Pensi dengan extras ratusan, talco gue dipanggil lalu ditanyalah sama dia dengan keadaan emosi 'Kenapa bajunya begini?'. Ya dijawab itu baju udah dipilihin sama wardrobe. Dia masih nggak terima, nanya lagi 'Kenapa bajunya begini gue gak suka' sambil marah-marah. Ya talco gua bilang nggak tahu itu dari wardrobe-nya. Langsunglah ditampar lalu didorong!!!" tulis Juandini dicuplik dari KapanLagi.com, Jumat, 2 September 2022.
Juandini Liesmita menyayangkan sikap sutradara yang dianggap sewenang-wenang. Padahal masih bisa dibicarakan baik-baik tanpa perlu melakukan kekerasan.
"Kenapa lu nggak bilang pakai mulut? Entar juga disampaiin ke wardrobe-nya buat pilihin ulang. Bukan hanya nampar dan dorong aja. Setelah nampar dan dorong, dia marah-marah di HT dan microphone, jadi hampir ratusan orang itu dengar dia ngomong seperti ini: Anj**g, ba**sat, ta*, bajing** lah," tulis Juandini.
Selang beberapa jam setelah postingan itu viral, rumah produksi Paragon Pictures membuat pernyataan resmi.
Sebagai pihak yang memperkerjakan sutradara itu, Paragon Pictures memilih putuskan hubungan kerja dan akan berdiri di pihak korban.
Baca Juga: Anthoni Salim Ungkap Penyebab Rugi Duo Emiten Indofood INDF dan ICBP
"Sehubungan dengan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang individu, kami mengecam tindakan tersebut dan mengambil langkah tegas untuk memutuskan hubungan kerja dengan individu yang bersangkutan," begitu isi pernyataan seperti dikutip dari KapanLagi.com.
"Kami berpihak kepada korban. Kami telah berbicara kepada korban dan siap mendampingi kebutuhan beliau," tambah pernyataan tersebut.
Kamis (1/9) Indonesian Film Directors Club atau IFDC ikut memberikan pernyataan resmi melalui akun Instagram-nya.
Asosiasi sutradara yang diresmikan pada 7 Oktober 2013 itu putuskan mengeluarkan Andi Bachtiar Yusuf dari anggota. Karena Yusuf diduga sebagai sutradara yang dimaksud oleh Juandini Liesmita.
"Setelah melakukan penilaian menyeluruh atas kasus kekerasan yang beredar melalui akun Instagram @juandini, kami menyatakan telah mengeluarkan saudara Andi Bachtiar Yusuf dari keanggotaan IFDC serta memberikan saran agar yang bersangkutan melakukan asesmen psikologi diri dan konseling di lembaga seperti Yayasan Pulih," tulis pernyataan IFDC seperti dikutip dari KapanLagi.com.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS
-
Statistik Ngeri Maarten Paes di Ajax, Bungkam Kritik dengan 4 Clean Sheet dari 8 Laga
-
Nasabah BRI Merapat! Ini Cara Dapat Diskon GrabFood & GrabCar hingga Rp25 Ribu
-
Cuma 5 Jutaan! 5 Laptop Core i3 Ini Layak Dibeli Sekarang
-
5 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Mantap Buat Streaming dan Multitasking
-
BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Kereta Terakhir Gita: Ingin Sampai Cibitung, Lalu Suatu Hari ke Anfield Menonton Liverpool
-
Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan
-
Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?