/
Selasa, 06 September 2022 | 08:03 WIB
Wanita muda berolahraga. (Silvia from Pixabay)

TANTRUM - Menjaga kestabilan kadar gula darah merupakan kunci hidup sehat bagi setiap orang. Khususnya bagi penderita gula darah diatas normal.

Seseorang dapat dikatakan memiliki gula darah tinggi jika gula darah sewaktunya lebih dari 200 mg/dL, atau 11 milimol per liter (mmol/L).

Sementara itu, seseorang disebut memiliki gula darah rendah jika kadarnya turun drastis di bawah 70 mg/dL.

Menurut dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD dicuplik dari laman Hello Sehat, Selasa, 6 September 2022, mengalami salah satu dari kondisi tersebut menandakan bahwa kadar glukosa darah Anda sudah tidak lagi normal.

Kadar gula darah bisa naik-turun, tergantung dengan pola makan, aktivitas fisik sehari-hari, efek samping obat, dan faktor-faktor lainnya.

Pada umumnya, perubahan kadar gula darah sewaktu-waktu masih termasuk wajar jika angkanya tidak berubah sangat drastis dalam waktu cepat.

Rentang gula darah normal pada anak-anak dan lansia secara umum tidaklah berbeda dengan orang dewasa.

Namun, kadar gula darah anak-anak cenderung mudah berubah bila dibandingkan dengan orang dewasa.

Inilah mengapa anak-anak lebih rentan mengalami penurunan kadar gula darah hingga ke tingkat yang sangat rendah alias hipoglikemia.

Baca Juga: Berapa Kadar Gula Darah yang Normal? Kandungan di Tubuh akan Mengindikasikan Prediabetes atau Diabetes

Biasanya, anak-anak yang paling rentan mengalami hipoglikemia ialah yang memiliki penyakit diabetes tipe 1.

Berikut 4 tips yang bisa Anda dan keluarga lakukan untuk mengontrol kadar gula darah.

1. Olahraga dan aktif bergerak

Olahraga bisa meningkatkan kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin.

Dengan begitu, sel tubuh mampu menyerap glukosa dengan lebih baik sehingga gula darah yang naik setelah makan bisa kembali normal dalam waktu cepat.

Selain itu, olahraga meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh serta menurunkan trigliserida.

Kedua manfaat ini dapat mencegah kegemukan (overweight) atau obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko diabetes.

Selain berolahraga, Anda bisa memperbanyak aktivitas fisik melalui kegiatan harian.

Beberapa kegiatan yang paling sederhana yaitu membersihkan rumah, berkebun, atau memilih berjalan kaki saat bepergian jika memang cukup terjangkau.

2. Ikuti pola yang makan sehat

Makanan amat berkaitan dengan kadar gula darah. Pola makan sehat dan teratur akan membantu menjaga gula darah tetap normal.

Pilihlah makanan dengan gizi lengkap dan seimbang, yaitu mengandung protein, serat, vitamin, mineral, dan karbohidrat.

Sebaliknya, batasi atau hindari makanan yang banyak mengandung gula, lemak jenuh, dan lemak trans.

Asupan gula dan lemak yang berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan peradangan, dua faktor penting yang meningkatkan risiko diabetes.

3. Kelola stres dengan baik

Dokter dan para ahli kesehatan menganjurkan setiap orang yang ingin menjaga kadar gula darahnya tetap normal untuk mengelola stres dengan baik.

Pasalnya, hormon stres seperti adrenalin dan kortisol bisa meningkatkan gula darah.

Stres berkepanjangan dapat menguras energi dan tenaga sehingga Anda jadi lebih jarang beraktivitas.

Selain itu, stres bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh. Keduanya lagi-lagi meningkatkan risiko penyakit diabetes.

4. Rutin mengecek gula darah bagi pasien diabetes

Pemeriksaan gula darah sangat penting bagi pasien diabetes.

Selain memeriksa, Anda sebaiknya juga mencatat kadar gula darah dari waktu ke waktu.

Dengan begitu, Anda dapat memantau perubahan kadar gula darah yang terlalu tinggi atau rendah.

Waspadai perubahan kadar gula darah yang terlalu drastis. Segera konsultasikan pada dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

Load More