/
Selasa, 06 September 2022 | 10:38 WIB
bnpt (suara.com)

TANTRUM - Membumikan Pancasila diyakini menjadi salah satu cara untuk mencegah radikalisme dan intoleransi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid mengatakan, jalaqah Kebangsaan ini kita lakukan untuk membangun spirit kebangsaan dan spirit keberagaman.

"Artinya bahwa berbangsa, bernegara harus selalu digelorakan dengan selalu mencintai, menghormati, memegang teguh konsensus nasional yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta NKRI harga mati," ungkap Nurwakhid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, 6 September 2022.

Menurut dia, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus senantiasa diamalkan di tiap sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam upaya menegakkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Nurwakhid mengatakan, pentingnya membangun kesiapsiagaan nasional yang berisi kontra radikalisasi, kontra narasi, kontra propaganda untuk diimplementasikan masyarakat sebagai pertahanan diri agar selalu siap siaga dalam menjaga tanah air Indonesia.

“Masyarakat harus militan untuk menjadi buzzer dalam kontra radikalisasi yaitu dengan menggelorakan cinta tanah air, cinta Pancasila, cinta NKRI, cinta Bhinneka Tunggal Ika, serta mencintai perdamaian, mencintai persatuan, dan selalu waspada terhadap bentuk radikalisme terorisme yang mengatasnamakan agama, liberalisme, kapitalisme dan sebagainya,” jelasnya.

Nurwakhid menambahkan, bangsa Indonesia diharapkan tidak hanya selalu membangun badannya, atau fisik atau infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa.

“Bangunan jiwa, bangunan badan adalah spiritualitas, iman dan taqwa, tetapi juga harus iptek. Artinya perpaduan antara spiritualitas dan profesionalitas itulah yang akan memajukan bangsa Indonesia guna mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional," katanya.

Nurwakhid mengapresiasi kegiatan yang diinisisasi oleh Polres Pasuruan yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil dan beberapa pemangku kepentingan terkait yang ada di Pasuruan. Menurutnya kegiatan ini sangat luar biasa.

Baca Juga: Ungu Rilis Single Terbaru Dasar Hati, Berikut Liriknya

“Harapan kita semua Forkopimda terutama Polres Pasuruan untuk meresonansi atau memberikan fasilitas dan koordinasi kepada pemangku kepentingan terkait yang ada di sini dan mentransformasikan kepada masyarakat. Karena polisi di sini adalah sebagai pelayan, pengayom pelindung masyarakat dan penegak hukum,” harapnya.

Nurwakhid berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar jangan mudah dipolitisasi agama oleh kelompok apapun.

“Ingat politisasi agama adalah pemicu utama di dalam radikalisme dan terorisme, maka hilangkan semua bentuk politik identitas maupun politisasi agama,” tegasnya

Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan menjelaskan bahwa hari ini masyarakat sudah terancam bahkan sudah teradu domba antar suku antar agama.

“Ini yang harus menjadi perhatian dan kesadaran. Kita sekarang sudah dikepung dari segala penjuru. Oleh karena itu saatnya kita kembali kepada Pancasila, karena Pancasila sudah finish bukan final, karena Pancasila sudah sesuai dengan agama, tidak ada satupun yang bertentangan,” jelas Ken.

Ken berharap masyarakat kritis terhadap informasi yang terima. Jangan sampai menjadi korban hoaks atau bahkan menjadi pelaku karena turut menyebarkan informasi yang salah akibat salah belajar agama.

Load More