TANTRUM - Kenaikan harga BBM mendapat penolakan luas dari masyarakat. Mereka, terutama mahasiswa dan buruh, turun ke jalan menyampaikan keberatan kebijakan kenaikan harga BBM.
Hotman Paris Hutapea pun tidak ketinggalan mengkritik kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Melalui video di akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Hotman Paris, turut angkat bicara mengenai naiknya harga BBM bersubsidi.
“Harga BBM naik, alasannya karena pemerintah terlalu berat biayanya membiayai subsidi,” ujar Hotman Paris mengawali videonya, seperti dikutip Hops.id, jaringan Suara.com, Selasa (6/9/2022).
Menurutnya, jika harga BBM naik, maka rakyat yang akan menanggung bebannya karena harga kebutuhan pokok lainnya ikut naik.
Hotman Paris mengusulkan agar pemerintah mengalihkan anggaran negara lainnya yang kurang mendesak untuk menutupi subsidi harga BBM, agar harganya tetap bisa ditekan.
Usulan Hotman Paris ini bisa jadi selama ini belum terpikirkan oleh para pentinggi negara.
Hotman mengatakan bahwa salah satu anggaran yang bisa dialihkan untuk menutupi subsidi harga BBM adalah uang pensiun seumur hidup DPR maupun DPRD.
Menurutnya, uang pensiun anggota dewan cukup membebani keuangan negara, karena uang pensiun tersebut diberikan kepada semua anggota dewan selama seumur hidup.
“Di mana substansinya, di mana alasan pembenarannya? (Anggota) DPR atau DPRD mungkin hanya menjabat satu atau dua kali (periode) tapi dia berhak mendapatkan uang pensiun selama seumur hidup, dan itu membebani APBN,” ungkap Hotman.
Baca Juga: Waspadalah, Jejak Digitalmu di Media Sosial Jadi Pertimbangan Diterima Tidaknya Melamar Kerja
Maka Hotman Paris mengusulkan agar uang pensiun para anggota dewan dipangkas agar bisa dialihkan untuk subsidi harga BBM.
Hotman yakin jika anggaran untuk uang pensiun para anggota dewan dialihkan untuk subsidi harga BBM, maka harga BBM akan kembali turun dan hal tersebut tentunya akan bermanfaat untuk rakyat lebih banyak.
“Tolong pikirkan para anggota DPR dan DPRD pikirkan nasib rakyat,” tegas Hotman Paris.
Diketahui, pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Pertalite, Pertamax dan Solar pada Sabtu (3/9/2022).
Harga pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, sementara solar naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.
Kemudian harga Pertamax naik dari yang sebelumnya Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter, namun di beberapa provinsi di luar Jawa ada yang harganya Rp14.850 dan Rp15.200
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Imsak Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salatnya
-
Pindahkan Balap Lari ke Pakansari, Kapolres Bogor: Biar Aman dan Gak Ganggu Jalan Raya
-
Jelang Lebaran, Banyak Warga Jual Emas untuk Mudik dan THR, Begini Harga Emas Hari Ini
-
THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar
-
2.000 Warga Cilegon Mudik Gratis, 50 Bus Diberangkatkan ke Jawa Hingga Sumatra
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Tanjungpinang, Senin 16 Maret 2026
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Tuntut Keadilan, Nikita Mirzani Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo dari Balik Jeruji
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Pekanbaru, Senin 16 Maret 2026
-
Jelang Mudik Lebaran, Okupansi Kereta Api Tembus 101 Persen