Orang dengan penyakit pernapasan berisiko mengalami gejala lebih serius setelah terpapar gas air mata.
Terutama mereka yang memiliki asma dan penyakit paru obstruktif kronik. Bahkan ada risiko pernapasannya berhenti.
Di samping itu, risiko luka bakar dan cedera juga bisa terjadi akibat benturan tabung yang digunakan untuk menembakkan zat tersebut. Benturan tabung juga dapat menyebabkan kerusakan pada wajah, mata, atau kepala.
Untuk jangka panjang, efek samping paparan gas air mata dapat menyebabkan luka parah, cacat permanen, hingga kematian.
Sebuah riset melihat efek gas air mata pada tubuh selama 25 tahun. Dalam data yang dilaporkan ada dua kasus kematian akibat akibat gagal napas serta benturan tabung gas air mata yang menyebabkan cedera kepala yang fatal.
Di samping itu, sebagian orang dilaporkan mengalami cacat permanen setelah terpapar gas air mata, seperti:
- Masalah pernapasan
- Efek kesehatan mental
- Kebutaan
- Kerusakan otak
- Hilangnya fungsi anggota tubuh
- Amputasi
- Kondisi kulit tertentu
Paparan gas air mata di dalam ruangan atau dalam jumlah besar juga dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius seperti:
- Glaukoma
- Kebutaan
- Luka bakar kimiawi
- Kegagalan pernapasan
Baca Juga: Hampir Debut di BLACKPINK, 6 Fakta Miyeon (G)I-DLE
Ketika seseorang meninggalkan area paparan gas air mata dan gejalanya segera hilang risiko cedera jangka panjangnya pun rendah. Namun, hingga saat ini belum diketahui apa efek gas air mata yang menetap dalam tubuh.
Cara mengatasi paparan gas air mata
Ketika terpapar gas air mata, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menjauh dan cari daerah dengan udara segar.
Uap dari gas air mata mengendap di tanah, jadi sebaiknya cari tempat yang tinggi jika memungkinkan. Bila berada dalam gedung, cari lah jalan keluar.
Setelah berada dalam jarak aman, lakukan langkah berikut:
- Lepaskan pakaian yang terpapar. Bila kamu menggunakan kaos atau pakaian tanpa kancing maupun resleting, bukalah pakaian dengan cara mengguntingnya. Hindari melepaskan pakaian dengan cara menariknya ke arah kepala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka