TANTRUM - Lima penyebab kiamat yang mungkin terjadi di masa depan menurut para ilmuwan, mulai dari kehancuran ekologis hingga krisis iklim.
Kiamat dinilai berpotensi terjadi dengan berbagai faktor. Saat ini, beberapa teknologi juga dianggap bisa mengakibatkan hancurnya Bumi.
Jika teknologi dan keadaan alam tidak dapat terkontrol dengan baik, bukan tidak mungkin kiamat terjadi lebih cepat.
Berikut ini, lima penyebab kiamat menurut para ilmuwan, dicuplik dari okezone, Jumat, 9 September 2022.
1. Kehancuran Ekologis
Ekosistem dunia bergantung pada keseimbangan yang kini sudah mulai terganggu, seperti yang terlihat mulai dari krisis iklim hingga kepunahan jenis hewan.
Contoh dari gangguan ekosistem, salah satunya penurunan populasi lebah yang menyebabkan rendahnya penyerbukan pada tanaman.
Hal ini, memiliki efek domino terhadap aspek lain, pada akhirnya bermuara pada kehancuran ekologis.
Kemudian, runtuhnya sistem ekologis akan menjerumuskan umat manusia ke dalam era kekacauan, dengan konsekuensi yang berpotensi kiamat.
Baca Juga: Layak Dihuni Manusia, Salah Satu Temuan Planet oleh Ilmuwan
2. Letusan Super Gunung Berapi
Sejumlah ilmuwan percaya, letusan gunung berapi super benar-benar dapat mengakhiri dunia.
Tetapi, terdapat syarat agar letusan gunung berapi super dapat menyebabkan kiamat, yakni muntahan lava dan awan panas dahsyat, yang meliputi area sekitar 1.000 kilometer persegi.
Letusan gunung berapi dahsyat sendiri, tidak hanya menghancurkan sebagian besar permukaan Bumi, namun juga akan menimbulkan cukup banyak debu dan kotoran untuk mengaburkan Matahari dan mencemari Atmosfer.
3. Asteroid
NASA telah mendeteksi ada sekitar ribuan asteroid yang melewati Tata Surya . Ribuan Asteroid tersebut dapat berpotensi menghantam Bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
HP Vivo Y500 Resmi di Pasar Global: Baterai 8.100 mAh dan Layar AMOLED 1,5K
-
Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Obesitas Berisiko Alami Penyakit Ginjal pada Anak, Pola Makan Jadi Sorotan
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Review Door Lock: Film Thriller yang Bikin Takut Tinggal Sendiri
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN