TANTRUM - Masih tentang duka meninggalnya Ratu Elizabeth II jelang akhir pekan lalu. Muncul rekaman video dari wawancara Robert Smith, vokalis The Cure yang meramal kematian sang ratu.
Terungkap video tersebut merupakan wawancara yang dilakukannya di 2012. Video wawancara Robert Smith dilakukan di sebuah festival musik Jerman. Salah satu topik yang dibicarakan yakni tentang keluarga kerajaan Inggris.
Dalam bahasan tersebut host yang memandu wawancara menyebut raja tak lagi populer dan Smith menyampaikan tanggapannya.
"Ratu akan meninggal pada 7 September, nantinya akan terjadi pemberontakan besar dan aku akan diangkat menjadi raja," tuturnya nyeleneh dicuplik dari Tabloid Bintang, Selasa, 13 September 2022.
Video tersebut kini viral di Twitter. Ada serangkaian tanggapan terhadap video wawancara yang dibuat 10 tahun lalu itu yang kini mencuat lagi.
"@robertsmith Apa pendapat Anda tentang bagaimana Anda berhasil memprediksi satu hari kematian ratu pada tahun 2012?" ujar seorang netizen sambil menandai akun milik vokalis band ini.
Wilayah Inggris dan negara persemakmurannya memasuki masa berkabung selama 10 hari untuk memperingati meninggalnya Ratu Elizabeth II.
Di saat yang sama, akan diperingati juga 70 tahun pemerintahan ratu yang bersejarah dan pencapaian kepimpinan takhta terlama yang belum ada sebelumnya.
Jenazah Ratu Elizabeth II telah dibawa dari Istana Balmoral ke Edinburgh. Rangkaian perpindahan peti jenazah juga akan dilakukan selanjutnya untuk dibawa ke Istana Buckingham.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Main di Liga Arab? Ini Penjelasan Ketua Federasi Sepakbola Arab Saudi
Akhir pekan kemarin, Pangeran William bersama Kate Middleton juga Pangeran Harry dan Meghan Markle menjadi sorotan keempatnya bersama menyapa publik di luar gerbang kastil Windsor.
Mereka berterima kasih kepada masyarakat Inggris yang memberi ucapan duka cita dan memenuhi halaman kastil dengan bunga sebagai tanda ikut berbelasungkawa.
Tag
Berita Terkait
-
Terindikasi Ronaldo Tetap Ingin Hengkang dari MU, Pemain Lain Soroti Aksi di Lapangan Sudah Tidak Nyambung
-
Menempuh Perjalanan 281 Kilometer, Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September
-
Jago Nyetir, Fakta Ratu Elizabeth II Hobi Otomotif
-
Kode Rahasia Ratu Elizabeth, Salah Satunya Penggunaan Tas
-
Royal Family akan 'Habis', Ramalan Nostradamus soal Kerajaan Inggris usai Ratu Elizabeth II Tiada
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga
-
Dirampok Rp3,5 Juta, Diikat lalu Dibakar Hidup-Hidup, Petani di OKU Selatan Tewas
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam