/
Kamis, 15 September 2022 | 07:45 WIB
Ilustrasi batuk tak kunjung sembuh (suara.com)

Lendir ini mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan sensasi gatal. Jadi, Anda pun batuk-batuk.

Obat batuk alergi

Ada beberapa jenis obat yang bisa meredakan gejala batuk ini. Berikut obat yang bisa Anda dapatkan di apotek.

1. Antihistamin

Obat alergi antihistamin oral (minum) merupakan pilihan pertama untuk meredakan batuk alergi.

Obat ini bekerja dengan cara memblokir histamin agar tidak dilepas di pembuluh darah. Berikut beberapa jenis obat antihistamin minum untuk atasi batuk yang satu ini.

- Difenhidramin.
- Cetirizin.
- Loratadin.
- Montelukast.

2. Kortikosteroid

Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk obat minum atau hirup hidung (nasal). Obat alergi ini berguna untuk mengurangi pembengkakan di dalam saluran pernapasan.

Baca Juga: Sampai Ada yang Mualaf! Viral Ustadz Dakwah di Game Mobile Legend

Obat kortikosteroid tergolong keras dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Beberapa jenis obat kortikosteroid ini, di antaranya triamcinolone dan prednisone.

3. Dekongestan

Dekongestan adalah obat yang mampu mengurangi hidung meler. Obat ini bekerja dengan cara mengempiskan pembengkakan pada saluran pernapasan.

Jenis obat dekongestan yang bisa Anda temukan di apotek, yaitu pseudoephedrine.

Cara mencegah batuk alergi

Selain menggunakan obat, ada cara untuk menghindarinya. Berikut beberapa yang bisa Anda coba.

1. Ketahui pemicu alergi

Anda bisa melakukan tes alergi di rumah sakit. Bila sudah memiliki riwayat alergi yang telah disebutkan di atas, hindari penyebab alergi sebisa mungkin.

2. Bersihkan tempat tinggal

Pastikan Anda rutin membersihkan kipas angin, filter AC, dan sela-sela bagian rumah. Hal ini berguna agar debu tidak menumpuk dan bisa terhirup saat beraktivitas.

Hindari memelihara binatang berbulu lebat atau membawanya masuk ke kamar. Bulunya bisa saja rontok di kasur dan terhirup saat tidur.

3. Gunakan masker

Bila Anda berada sedang bersih-bersih atau berada di tempat berdebu, gunakan masker untuk mencegah debu masuk ke hidung.

Jadi, hidung tidak meler dan membuat tenggorokan gatal.

4. Bersihkan sela-sela hidung

Anda bisa menggunakan semprotan nasal atau irigasi hidung khusus berbahan air saline yang mengandung natrium klorida.

Ini berguna untuk membersihkan debu atau alergen lain dari hidung.

Kapan harus ke dokter?

Batuk mungkin berkurang bila Anda sudah menjauhi penyebab alergi. Meski begitu, Anda harus ke dokter secepat mungkin bila menemui gejala berikut.

- Mual dan muntah.
- Pingsan.
- Detak jantung tak beraturan.
- Bengkak pada wajah, bibir, dan tenggorokan.
- Diare parah dan tiba-tiba.
- Sangat sulit bernapas.
- Ruam dan gatal di sekujur tubuh.

Ini merupakan gejala anafilaksis atau reaksi alergi parah. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengancam keselamatan jiwa.

Batuk alergi adalah salah satu bentuk gejala yang biasa dijumpai bila alergi Anda kumat.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh benda-benda yang terhirup hidung, lalu membuat tenggorokan gatal.

Anda bisa menjauhi penyebab alergi atau menggunakan obat-obatan. Selalu konsultasi dokter sebelum mengonsumsi obat alergi.

Load More