TANTRUM - Wanita di beberapa kota Iran melepas dan membakar jilbab mereka sebagai bentuk protes atas undang-undang yang mewajibkan jilbab di negara mereka.
Demonstrasi anti-rezim ini juga dipicu kematian seorang wanita muda dalam tahanan polisi, berlanjut untuk hari kelima.
Protes pecah di puluhan kota di seluruh Iran, menurut video yang dibagikan di Twitter oleh @1500tasvir, diberitaka Al Arabiya dicuplik dari Republika, Kamis, 22 September 2022, akun dengan lebih dari 80 ribu pengikut yang memposting video protes yang diterima dari dalam Iran.
Video menunjukkan wanita melepas jilbab mereka dan, dalam beberapa kasus, membakarnya di beberapa kota dalam adegan yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara di mana jilbab telah diwajibkan bagi wanita sejak tak lama setelah Revolusi 1979 di negara itu.
Dalam salah satu video dari utara kota Sari, seorang wanita terlihat menari dengan jilbab di tangannya.
Dia kemudian melemparkan jilbabnya ke dalam api dan disorak-sorai oleh para pengunjuk rasa.
Protes dimulai setelah Mahsa Amini, seorang wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun, dinyatakan meninggal pada hari Jumat.
Amini mengalami koma tak lama setelah dia ditahan oleh polisi moral karena diduga tidak mematuhi aturan jilbab ketat rezim di Teheran pada 13 September.
Aktivis dan pengunjuk rasa mengatakan Amini dipukuli oleh petugas polisi saat ditahan, menyebabkan luka serius yang menyebabkan kematiannya. Polisi membantah tuduhan tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Alergi Debu? Simak Penjelasan Dokter
Protes juga pecah di dua kota konservatif, Masyhad dan Qom. Mashhad adalah tempat kelahiran Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan merupakan rumah bagi kuil Imam Syiah kedelapan.
Qom dianggap sebagai "ibu kota agama" Iran karena banyak ulama senior Syiah yang berbasis di sana dan kota ini juga merupakan rumah bagi tempat suci tokoh penting Syiah lainnya.
Dalam satu video dari Mashhad, pengunjuk rasa tampaknya telah menguasai dua mobil polisi.
"Kami tidak menginginkan Republik Islam," teriak seorang wanita yang berdiri di atas salah satu mobil, seperti yang terlihat dalam rekaman.
Video dari beberapa kota menunjukkan kendaraan polisi yang rusak serta pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan.
Seperti selama beberapa hari terakhir, pengunjuk rasa di seluruh Iran meneriakkan terhadap Khamenei dan menuntut perubahan rezim.
Tag
Berita Terkait
-
Artefak Glodok di Stasiun Kota, MRT Jakarta Bakal Pamerkan Temuan Ini
-
Dipukuli dan Dipaksa Minum Kencing Pejabat! Wartawan di Karawang Diduga Dianiaya
-
Percepat Distribusi Barang di Kawasan Industri, Tol Cibitung - Cilincing Dibuka
-
Tukang Becak Jadi Penyelamat! Viral Video Lerai Bullying Siswi SMP
-
Penampilan Juventus Mengejutkan! Ranieri Sebut Berusaha Keras Jaga Penampilan
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Media Kuwait Puji Progres Timnas Indonesia: Sebut Skuad Garuda Mengagumkan
-
Prediksi Juara Piala Dunia 2026? Spanyol dan Prancis Paling Dijagokan
-
PSSI Siap Pajang Foto Suporter Penghina Beckham Putra, Pelaku Terancam Blacklist
-
Sepatu Asics Magic Speed Cocok untuk Lari Apa? Cek Kelebihan, Harga dan Review Pengguna
-
5 HP Midrange dengan Kamera Terbaik untuk Video Sinematik, Hasil Stabil dan Warna Dramatis
-
Berawal dari Pertemuan Singkat di AS, Raffi Ahmad Heran Terseret Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal
-
Sidang Kasus Abdul Wahid Undang Pakar Hukum usai Hadirkan Saksi Mahkota
-
Review Backrooms: Sajikan Perjalanan Menyeramkan ke Dimensi Paralel Lain
-
Bitter Sweet Hell: Saat Dua Perempuan Menjadi Garda Terdepan Melawan Teror