Sidat workaholic juga akan memberikan dampak negatif lainnya. Hal ini akan menjadi potensi permasalahan lain, terutama dalam kehidupan sosial. Bahkan, workaholic juga akan membuat diri sendiri selalu merasa tidak puas dengan apa yang dicapainya. Itu juga akan berpengaruh pada komitmennya. Dengan memikirkan dampak negatifnya, orang tersebut akan mengetahui jika kebiasaannya itu justru tidam baik untuknya.
2. Akui jika itu adalah masalah
Cara untuk mengatasi workaholic yaitu orang tersebut harus mengakui jika hal itu merupakan sebuah masalah. Workaholic akan memengaruhi kehidupannya dalam berbagai aspek termasuk kehidupan sosial. Dengan begitu, orang tersebut akan mencoba mengurangi masalah yang dialaminya itu.
3. Ketahui tujuan hidup yang lebih baik
Untuk mengatasi workaholic, seseorang dapat mencoba memggambarkan ke mana tujuan yang diinginkannya. Dengan membayanhkan hal tersebut, ia akan mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini juga akan membuatnya memiliki gambaran apakah kehidupannua sebagai workaholic akan memberikan kesempatan untuknya mencapai tujuan tersebut atau tidak.
4. Minta bantuan orang lain
Terkadang sangat sulit untuk menyadari jika diri sendiri adalah seorang workaholic. Untuk itu, meminta bantuan orang lain baik di tempat kerja, rumah, teman dekat, atau ahli dapat menjadi pilihan. Mereka yang akan menjadi pengingat diri sendiri jika orang tersebut telah melewati batas normal dalam bekerja. Dengan begitu, ia akan mulai terbiasa melakukan hal-hal dalam batas normal.
5. Tentukan batasan diri
Seseorang menjadi workaholic karena ia tidak sadar jika apa yang dilakukannya berlebihan. Untuk itu, penting memiliki batasan-batasan diri sendiri sehingga apa yang dikerjakannya tidak berlebihan. Hal ini juga akan membuat pola kerja menjadi lebih sehat.
Baca Juga: Jackson Wang Terseret Isu Prostitusi, Kariernya Tamat?
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik
-
Masih Hangat, Tecno Pova 8 Resmi Meluncur 11 Juni: Usung Alive Matrix Display dan Dimensity 7100
-
Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia
-
Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat
-
Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!
-
Viral Mahasiswa Indonesia di Malaysia: Dikasihani Warga Lokal Hanya karena Makan Satu Es Krim Berdua
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
Thibaut Courtois Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Belgia usai Piala Dunia 2026
-
Menyusuri Lorong Rindu dalam Antologi Puisi Bertemu di Temaram
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi