TANTRUM - Induk Facebook dan Instagram, Meta dianggap melanggar kebebasan berekspresi warga Palestina menurut laporan Business for Social Responsibility (BSR). Perusahaan Amerika Serikat (AS) ini pun merespons riset tersebut.
BSR meneliti data, kasus dan materi individu terkait, serta keterlibatan pemangku eksternal atas kebijakan Meta pada platform media sosialnya saat kerusuhan di jalur Gaza pada Mei 2021.
Saat itu, pasukan Israel melakukan serangan udara ke beberapa titik di Palestina. Serangan ini menghancurkan sejumlah rumah dan infrastruktur.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, ratisan orang meninggal dunia saat itu. Puluhan di antaranya anak-anak dan perempuan. Saat itu, Meta menerapkan sistem moderasi konten di Facebook dan Instagram.
“Tindakan Meta pada Mei 2021 tampaknya memiliki dampak yang merugikan hak asasi manusia pengguna di Palestina atas kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul, politik partisipasi, dan non-diskriminasi,” tulis BSR dalam laporannya, dikutip Engadget, dicuplik dari Kata Data, Senin, 26 September 2022.
“Dan karena itu, (Meta membatasi) kemampuan warga Palestina untuk berbagi informasi dan wawasan tentang pengalaman mereka saat itu terjadi,” tulis BSR.
BSR menyebutkan bahwa Meta juga membatasi konten beberapa akun pengguna di Israel, karena dianggap keliru.
Namun, BSR menyoroti masalah sistemik akibat kebijakan moderasi sistem media sosial oleh Meta di Facebook dan Instagram, terhadap hak warga Palestina. Saat itu, Meta menegakan aturan konten negatif berbahasa Arab dan Ibrani.
Bahasa Ibrani digunakan oleh warga Israel. Sedangkan warga Palestina menggunakan bahasa Arab.
Baca Juga: Anime Rurouni Kenshin Baru Ungkap Pemeran dan Staf, Tayang Tahun 2023!
“Konten Arab memiliki penegakan hukum yang lebih ketat (oleh Meta)," tulis BSR.
"Tingkat deteksi proaktif yang berpotensi melanggar pada konten berbahasa Arab secara signifikan lebih tinggi daripada berbahasa Ibrani."
Itu artinya, sistem lebih menyoroti konten berbahasa Arab yang melanggar ketentuan, ketimbang yang berbahasa Ibrani.
BSR juga mencatat, induk Facebook dan Instagram itu memiliki alat internal untuk mendeteksi ucapan permusuhan dalam bahasa Arab, tetapi tidak dalam bahasa Ibrani.
Akibatnya, banyak akun pengguna Palestina yang mendapatkan ‘teguran palsu’. Konten mereka pun dihapus oleh Facebook dan Instagram.
“Teguran ini tetap berlaku bagi pengguna yang tidak mengajukan banding atas penghapusan konten yang salah,” tulis BSR.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Pembukaan Piala Dunia 2026 Makan Korban Jiwa: Satu Suporter Meninggal Dunia
-
Di Balik Megahnya Piala Dunia 2026: Buruh Jahit Bola Trionda Cuma Diupah Rp18 Ribu
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca