/
Senin, 26 September 2022 | 17:15 WIB
Logo Meta (Kirill Kudryavtsev/AFP)

Meta pun merespons laporan tersebut. Induk Facebook dan Instagram ini mengatakan akan memperbarui beberapa kebijakan, termasuk aspek Individu dan Organisasi Berbahaya alias Dangerous Individuals and Organizations (DOI).

“Kami memulai proses pengembangan kebijakan untuk meninjau definisi perusahaan tentang pujian, dukungan, dan representasi dalam Kebijakan DOI," kata Meta. 

"Kami bekerja untuk membuat pengalaman pengguna atas teguran DOI kami lebih sederhana dan transparan."

Induk WhatsApp itu menyampaikan telah memulai eksperimen dalam membangun pengklasifikasi bahasa Arab khusus dialek untuk konten tertulis.

Selain itu, mengubah proses internal untuk mengelola kata kunci dan ‘daftar blokir’ yang memengaruhi penghapusan konten.

Load More