TANTRUM - Presiden Joko Widodo meresmikan revitalisasi fasilitas yang ada di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Lanud)/Bandar Udara (Bandara) Halim Perdanakusuma.
Kementerian Perhubungan butuh waktu 6 bulan untuk melakukan revitalisasi fasilitas di Lanud dan Bandara Halim Perdanakusuma mulai dari revitalisasi landas pacu, tata air hingga gedung VVIP untuk menerima tamu-tamu negara.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ruang tunggu naratetama (VVIP) di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma Jakarta sudah memiliki kelas hotel bintang lima.
"Tidak kalah dengan bandara-bandara seperti saya (pernah) pergi ke Korea, Eropa, Jepang, Singapura, ruang VVIP-nya, ini jauh lebih baik," kata Budi Karya.
Ia mengatakan, jika ada tamu negara maka harus dilakukan treatment khusus kepada pergerakan take off dan landing.
"Ada satu jam yang harus berhenti di bandara itu. Bagaimana kalau frekuensi dari tamu negara atau VVIP kita ada di Soekarno-Hatta? Maka pergerakan di Soekarno Hatta akan terganggu," ungkap Budi Karya.
Selain itu, Lanud Halim Perdanakusuma dinilai sebagai tempat yang paling aman untuk menerima tamu-tamu negara.
Saat ini, Indonesia saat ini menjadi tuan rumah gelaran G20 dan mulai Oktober hingga November 2022 akan banyak menerima tamu negara, termasuk kepala negara maupun pemerintahan negara-negara lain.
"Ini untuk G20 dan juga seterusnya. Pak Presiden, Pak Wakil Presiden itu kan rutin lewat sini. Nah bayangkan kalau Pak Presiden secara bergantian 3 hari seminggu lewat sini berarti kan empat kali 2 VVIP kita," ungkap Budi Karya.
Baca Juga: Diusia yang ke-77, TNI Mampu Menjaga Profesionalitas
Bila Presiden dan Wapres menggunakan Bandara Soekarno-Hatta maka butuh pengkhususan selama 4 jam bagi jalur udara sedangkan dalam satu jam penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta setidaknya ada 86 penerbangan.
"Jadi ada 4 x 86 pergerakan yang tertunda, kira-kira hampir 350. Tentu satu sisi untuk VVIP-nya kurang convenient' (nyaman) atau kurang safety (aman), bagi masyarakat umum ya layanannya menjadi turun, harus menunggu satu jam," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis