TANTRUM - Lemak memang salah satu jenis nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh dan menunjang pertumbuhan. Namun, kelebihan lemak atau berat badan justru bisa membawa dampak buruk untuk kesehatan.
Obesitas atau kondisi berat badan berlebih diteliti kerap meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes hingga kanker.
Naiknya berat badan terjadi karena konsumsi kalori berlebih terutama dari makanan berlemak dan manis, serta kurangnya aktivitas fisik. Kelebihan kalori akhirnya disimpan oleh tubuh dan lama-kelamaan akan tertimbun menjadi lemak.
Pikir ulang sebelum kalap mengonsumsi makanan berlemak, berikut ini sembilan dampak buruk akibat kelebihan lemak bagi kesehatan:
1. Diabetes Tipe 2
Dampak kelebihan lemak yang paling mungkin terjadi adalah diabetes tipe 2. Penyakit ini terjadi karena sel-sel lemak yang tersimpan mengeluarkan hormon dan zat lain yang memicu inflamasi atau peradangan.
Dalam kondisi tertentu, proses inflamasi membantu proses penyembuhan. Jika tidak tepat, proses inflamasi justru bisa menimbulkan masalah kesehatan.
Inflamasi bisa membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin, serta mengubah cara tubuh memetabolisme lemak dan karbohidrat. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat sehingga memicu terjadinya diabetes.
2. Penyakit Kardiovaskular
Baca Juga: Petani Milenial Diminta Jangan Mau Kalah Dengan Petani Kolonial
Penyakit kardiovaskular juga dapat terpicu akibat kelebihan lemak pada tubuh. Karena, Body Mass Index (BMI) yang bertambah bisa membuat tekanan darah, kolesterol jahat, trigliserida, gula darah, dan inflamasi meningkat.
Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.
3. Kanker
American Institute for Cancer Research mengungkapkan, terdapat hubungan kuat antara berat badan berlebih (obesitas) dan penyakit kanker.
Beberapa jenis kanker yang mungkin terjadi pada orang obesitas antara lain kanker kerongkongan, kanker pankreas, kanker usus besar, kanker payudara, kanker endometrium, dan kanker ginjal.
Namun, kanker tersebut dinilai bukanlah penyakit tunggal. Umumnya mereka yang mengalami obesitas juga memiliki penyakit bawaan, yang pada akhirnya juga rentan terkena kanker.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
Terkini
-
Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026 Dinilai Berat, Cak Imin: Waktunya Sangat Sempit!
-
1.200 Personel Amankan Persija vs Persis di GBK Malam Ini: Suporter Dilarang Bawa Flare
-
Pemprov Riau Segera Legalkan Izin Tambang Rakyat di Kuansing
-
Makeup Anti Luntur! Ini 7 Rekomendasi Cushion yang Tahan Keringat Meski Cuaca Ekstrem
-
Adegan ke-27 Jadi Titik Panas! Rekonstruksi Pembunuhan di Sergai Nyaris Ricuh
-
Maarten Paes Disebut Sebagai Penyelamat Kemenangan Ajax Amsterdam Lawan NAC Breda
-
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Spesifikasi Oppo Pad 5 Pro: Andalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan Layar 144 Hz
-
7 Rekomendasi AC Inverter 1/2 PK Terbaik, Hemat Listrik dan Dingin Maksimal