TANTRUM - Rangkaian bencana alam yang menghantui Indonesia akhir-akhir ini tak pelak membuat masyarakat kita menyadari akan pentingnya faktor kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana tersebut. Seperti semboyan yang sering kita dengar safety first.
Keselamatan adalah yang utama. Keselamatan menjadi prioritas awal dalam beraktivitas sehari-hari. Karena dengan menanamkan jiwa keselamatan dalam bekerja maupun beraktivitas.
Apa saja hal dasar yang harus kita persiapkan jika terjadi bencana? Simak ulasannya dibawah ini.
1. Jangan Panik
Hal pertama dan utama yang harus dilakukan ketika bencana terjadi adalah kendalikan diri dan emosi kita. Rasa takut dan khawatir adalah hal yang lumrah terjadi ketika kita sedang menghadapi kondisi kegawatdaruratan atau bencana alam. Namun, mengatur kadarnya dalam batas yang wajar adalah kuncinya.
Ketika kita panik dalam menghadapi kondisi tersebut, maka disadari atau tidak pikiran kita akan kacau dan logika kita tidak akan fokus pada aspek penyelamatan diri dalam waktu-waktu yang krusial.
Hal tersebut tentu akan merusak seluruh pengetahuan terhadap kesiapsiagaan. Alih-alih menyelamatkan diri justru kita dapat meperburuk keadaan.
Pada dasaranya manusia dianugerahi insting unuk menyelamatkan diri dari sebuah kondisi kegawatdaruratan.
Contohnya seperti ketika tangan kita terpapar panas maka otomatis tangan kita akan menjauh dari sumber panas.
Baca Juga: Ingin Sehat dan Panjang Umur? Lakukan Latihan Aerobik
Namun, insting tersebut jika tidak diiringi ketenangan dalam pengelolaan kegawatdaruratan justru dapat membahayakan.
Coba kita bayangkan suatu hari kita sedang menghidupkan lilin, karena terjadi pemadaman listrik. Karena abai, kita ternyata lilin membakar bahan gordyn yang berada di dekatnya, api lalu membesar dan kita panik melihat keadaan tersebut.
Karena panik, alih-alih mencari air ataupun fire extenguisher kita mencari cairan terdekat dengan jangkauan kita.
Dengan cepat kita menemukan satu dirijen bensin dekat dengan diri kita, lalu karena sudah panik tanpa sadara bensin kita siramkan untuk memadamkan api tersebut. Alhasil, api semakin membesar dan membahayakan seluruh anggota keluarga kita.
2. Selamatkan Diri Kita, Baru Membantu yang Lain
Ketika kita sering berpergian menggunakan pesawat salah satu pesan keselamatan yang disampaikan adalah selamatkan diri kita terlebih dahulu baru membantu orang lain termasuk anak kita sendiri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Hebat Melalap Permukiman Padat di Kemayoran
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang