/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 09:02 WIB
Bayi ular yang sudah menetas. (Catherine Read dari Pixabay)

5. Ular cenderung menghindari bau menyengat yg tidak alami diruang tertutup. Misal dgn memasang obat nyamuk elektrik di gudang, memasang semprotan pengharum ruangan otomatis di ruang tertutup. Ular akan mencari udara segar agar daya penciumannya tidak terganggu.

6. Siapkan alat bantu penanganan ular. Dapat berupa hook, grabstick, tongkat, bahkan cukup dengan sapu. Juga di siapkan senter agar pergerakan ular terlihat.

7. Simpan nomer emergency Indonesia Snake Rescue wa.me/628176800446 (Aji) atau kontak Pemadam Kebakaran terdekat untuk membantu penanganan ular.

8. Dalam hal ada kasus gigitan, cek dan data kontak Fasilitas Kesehatan terdekat yang menyediakan Serum Anti Bisa Ular (SABU). Siapkan pula alat imobilisasi minimal satu RT/RW siap satu set.

9. Meskipun hanya 20% ular yg berbisa mematikan, sebaiknya jangan pegang ular jika belum terlatih. Bekali keluarga di rumah terutama anak-anak dan atau asisten rumah tangga untuk tidak menangkap/membunuh ular yang masuk ke dalam rumah. Segera kontak tim rescue agar tidak terjadi salah penanganan.

Ular adalah bagian penting dr rantai makanan. Ekosistem sekitar kita perlu di jaga agar tetap seimbang. Manusia perlu ular untuk kelestarian lingkungan masa depan. Kenali, waspada, tapi jangan bunuh ular.

source: Yayasan Sioux Ular Indonesia/Indonesia Snake Rescue/KGM

Load More