/
Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:02 WIB
Kopi Kenangan [ig @kopikenangan.id] (ig @kopikenangan.id)

TANTRUM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI telah meresmikan dua gerai kuliner Indonesia  di Malaysia.

Dua kuliner Indonesia yang menggarap pasar Malaysia, yakni Kopi Kenangan dan restoran Sari Ratu.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno menegaskan, hal ini sebagai bukti keseriusan Indonesia dalam mengembangkan program 'Indonesia Spice Up the World',

Lebih lanjut, program "Indonesia Spice Up The World" disebut Sandiaga merupakan program kerja sama lintas pemangku kepentingan yang bertujuan untuk mempromosikan masakan Indonesia.

Adapun targetnya pada tahun 2024, nilai ekspor rempah-rempah dan bumbu sebesar 2 miliar dolar AS dan penciptaan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.

Menparekraf juga mengatakan pihaknya akan terus mendorong akses pembiayaan dan promosi bumbu dan rempah Indonesia di luar negeri.

"Tentunya diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang lebih optimal lagi dengan Kementerian atau Lembaga lainnya," ujar dia.

Kemenparekrekraf pada saat ini sedang mencari model bisnis bersama asli Indonesia lainnya seperti Sate Khas Senayan, Bakmi GM, Es Teler 77, dan lain-lain.

"Saat ini kami mencoba untuk memfasilitasi akses pembiayaan alternatif untuk membantu restoran Indonesia di Luar Negeri," katanya.

Baca Juga: Cegah Polarisasi saat Pemilu 2024, Satgasus Siber Dibutuhkan oleh Bawaslu

Alternatif yang bisa dipilih, misalnya dari fintech equity/securities crowdfunding yang telah berizin dari OJK, juga dari beberapa investor dan venture capital.

"Diharapkan dapat mempercepat pencapaian target program Indonesia Spice Up the World ini," kata Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Anggaran Hayun Anujuprana.

Kopi Kenangan merupakan kuliner merek Indonesia yang menjadi unicorn retail pertama di Asia Tenggara, dan merupakan salah satu model bisnis kopi (grab-and-go) dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Di sisi lain, Restoran Sari Ratu juga berupaya untuk terus mengembangkan bisnis kulinernya di luar negeri dan mempromosikan kelezatan kuliner dan makanan khas Indonesia yang berstandar internasional.

"Masih terbatasnya akses pembiayaan merupakan masalah utama bagi para pelaku usaha restoran Indonesia yang akan mendirikan atau membuka cabang di luar negeri, khususnya untuk bangkit di masa pascapandemi saat ini," kata Direktur Sari Ratu Sendirian Berhad (Sdn.Bhd) Maryadi Aryo Laksmono.

Load More