/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 13:16 WIB
Foto Elon Musk (by suara.com)

TANTRUM – Sebuah pertemuan dadakan disiapkan di sebuah penginapan Airbnb untuk menjamu orang terkaya di dunia. Pertemuan pada suatu malam yang sejuk di San Jose, California, akhir Maret lalu itu adalah sebuah pertemuan besar bagi Twitter.

Elon Musk baru saja menjadi pemegang saham terbesar Twitter. Rapat diadakan di tengah desas-desus bahwa Elon Musk ingin bergabung dengan dewan direksi.

Ketua Dewan Direksi Twitter, Bret Taylor, mengaku tempat itu tidak sesuai dengan harapannya.

Bagi Bret, pertemuan di "tempat paling aneh untuk rapat yang saya datangi belakangan ini", katanya kepada Musk melalui pesan singkat.

"Saya pikir mereka mencari Airbnb di sekitar bandara, kemudian ada ada traktor dan keledai," ujar Taylor.

Bagaimanapun, pertemuan itu ternyata berjalan lancar. Beberapa hari kemudian Musk diumumkan akan bergabung dengan dewan direksi Twitter.

Kesepakatan Terheboh

Enam bulan berikutnya terjadi tarik ulur kesepakatan terheboh yang pernah terjadi dalam sejarah Silicon Valley.

Pada awal April, Elon Musk tampak senang dengan posisinya sebagai anggota dewan direksi di Twitter. Dia berulang kali mencuit soal bagaimana perusahaan media sosial itu dapat berubah.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Ternyata Inilah Kualitas Terbaik yang Anda Sembunyikan! Apakah yang Pertama Kali Anda Lihat?

Namun, pertemuan pribadi antara Musk dengan CEO Twitter, Parag Agrawal, tidak berlangsung baik. Keduanya tidak sepakat soal bagaimana cara membenahi Twitter. Musk pun frustasi.

"Membenahi Twitter dengan berdiskusi bersama Parag tidak akan berhasil," kata Musk melalui pesan singkat kepada Taylor. "Tindakan yang drastis perlu dilakukan."

Musk kemudian secara terbuka menyatakan bahwa dia ingin membeli Twitter sepenuhnya, 14 April. Dia menawarkan US$44 triliun atau setara dengan Rp682,5 triliun untuk Twitter.

Dewan direksi Twitter mulanya menolak tawaran itu, bahkan membuat ketentuan khusus demi mencegah Musk membeli perusahaan secara paksa.

Tetapi kemudian terjadi perubahan sikap (dan bukan yang pertama dalam kisah ini).

Setelah melalui pertimbangan, dewan direksi Twitter memutuskan menerima penawaran Musk.

Load More